28 December 2008

Kisah Seorang Pemimpin 4

Beliau dipilih menjadi seorang pemimpin oleh pekerjanya dikarenakan sifat beliau yang berani (pantang menyerah) dan suka memperjuangkan nasib pekerjanya.

Pada awal kepemimpinannya, Pemimpin tersebut banyak membuat peraturan2 yang ketat untuk kesejahteraan seluruh pekerjanya dan Pemimpin tersebut banyak dibantu oleh rekan2 kerjanya yang sangat setia kepadanya. Semua peraturan yang diterapkan oleh Pemimpin tersebut sangat menguntungkan seluruh pekerja dan mereka sangat menikmati hasil dari peraturan tersebut.

Bulan pun berganti, salah satu rekan kerjanya tersebut (pada awalnya memang) sangat memiliki ambisi besar untuk menjadi Pemimpin di Perusahaan tersebut. Dengan melakukan lobi sana & sini serta menghasut para pekerja agar Pemimpin yang ada harus disingkirkan karena nantinya akan merugikan perusahaan dan yang lebih kejinya lagi adalah memfitnahnya dengan kalimat uang perusahaan sering digunakan untuk keperluan pribadi...... masya Allah !

Penyerangan secara gerilya akhirnya sukses dilakukan dan dirinya pun akhirnya menjadi Pemimpin yang baru setelah Pemimpin sebelumnya mengundurkan diri untuk menghindari hal2 negatif apabila dirinya tetap bertahan menjadi seorang Pemimpin.

Dengan akting seolah dirinya adalah Pemimpin Sejati.... Pemimpin baru tersebut terus berusaha mencari simpati seluruh pekerja dan sukses !! Akhirnya 85% pekerja tersebut terbius oleh fitnah Pemimpin baru tersebut dan mereka pun berbalik memusuhi Pemimpin sebelumnya sampai ke seluruh keluarganya.

Allah SWT akhirnya menunjukkan kebesaran-Nya..... setelah 5 bulan berjalan, Pemimpin baru tersebut mulai menunjukkan antipatinya kepada pekerjanya dan uang perusahaan saat ini sudah tidak diketahui keberadaannya. Pemimpin baru tersebut juga sering tidak masuk kantor dan bahkan sering memarahi pekerjanya yang tidak jelas akar permasalahannya. Seluruh pekerja pun mulai gelisah karena kesejahteraan mereka semakin tidak jelas dan apabila mengharapkan Pemimpin sebelumnya adalah tidak mungkin dikarenakan "ludah sudah terbuang di tanah".
Pemimpin baru tersebut tetap bersikukuh pada pendapatnya dan enggan untuk "turun tahta" hingga masa kepemimpinannya 2 tahun mendatang.....

Ultah ke-71 tahun Papa (26 Desember 1937 - 26 Desember 2008)

Selamat ulang tahun Pa ! Semoga Papa selalu diberikan kesehatan dan lindungan dari Allah SWT hingga dapat melihat keberhasilan kami (anak2) dan cucu2..... amin.
Acara sederhana ulang tahun Papa dilakukan di rumah adikku, Vita, tgl. 26 Desember 2008 jam : 19.00 (minus adikku Melly yang masih dirawat di RS. Meilia).

23 December 2008

Adikku, Yumelia Arlini Harahap di opname di RS Meilia Cibubur

Setelah Mertua, Keponakan & Papa-ku, sekarang adikku di opname di RS Meilia. Sudah hampir 1 bulan ini adikku mengalami sakit di kepalanya dan telah dilakukan City Scan tidak mengalami apa2 dan dikategorikan baik. Semoga dokter dapat menemukan penyebab timbulnya sakit tersebut..... amin. Tabah ya.. adikku sayang, cepat sembuh.... Abang tetap mendo'akan-mu selalu....

Adikku keluar dari RS Meilia tgl. 27 Desember 2008 dalam kondisi masih sakit karena dokter tidak dapat mencari penyebab penyakit tersebut.

20 December 2008

Papa-ku tercinta & tersayang

Enam hari lagi (lahir di Medan, 26 Desember 1937) Papa akan memasuki usianya ke-71 tahun. Beliau adalah inspirator dan motivator dalam hidupku, tanpa didikannya yang keras, tidak mungkin aku dapat menjadi seperti sekarang.

Walaupun sudah 10 tahun Mama telah meninggalkan kami semua, namun hingga detik ini Papa selalu tegar dan tabah seorang diri mendidik kami yang terkadang tidak tahu diri ini. Aku selalu memanjatkan do'a kehadirat Allah SWT semoga aku selalu dapat membuat Papa tersenyum serta tertawa dan dapat membantu kesulitan permasalahan apapun yang mengganjal hati dan perasaannya, semoga Allah SWT menerima do'aku..... amin.

Perjuangan dan kasihnya sampai kapanpun tak dapat aku balaskan walaupun sampai kering darah ini tidak mungkin aku dapat menggantikannya. Terima kasih Papa ! Maafkan aku yang selalu membebani pikiranmu..... maafkan aku Pa !

Aku sering sedih dan menangis seorang diri (merasa) melihat diriku yang tidak mampu membantu Papa-ku dan terkadang aku hanya mementingkan diriku serta hanyut dalam kebahagianku semata.

Kerutan demi kerutan telah menghiasi seluruh tubuhnya.....
Sewaktu Papa di-opname di RS Pertamina, aku selalu mencuri pandang melihat dengan pilu memperhatikan setiap tarikan nafasnya maupun keadaannya. Aku hanya berdiri kaku, tidak dapat berbuat apa2 dan hanya menahan air mata haru.

Yaa Allah.... jadikanlah aku dan adik2 ku, anak yang berguna dan berbakti kepada orang tua kami. Sayangilah Papa-kami yaa Allah dan lindungilah Papa-kami dari segala hal2 yang dapat merugikan dirinya....... amin.

Ini dari hatiku Pa, karena barusan aku melihat foto Papa di mejaku yang sengaja aku jejerkan dari masa ke masa dan hatiku merasa tersayat melihat dirimu yang semakin menua membuat diri ini teringat akan perjuanganmu terhadap diriku yang tidak ada habis2-nya.

Sayang dan cintaku selalu untukmu..... Papa !

19 December 2008

Reuni SD Teladan Tanjungkarang di Chatter Box-CITOS

25 tahun sudah aku tidak bertemu dengan teman2-ku semasa di SD Teladan Tanjungkarang. Terakhir aku meninggalkan Tanjungkarang sekitar tahun 1984 dan baru kemarin, tgl. 18 Desember 2008, Allah SWT merealisasikannya.
Kita saling berbagi pengalaman dan remain semasa di SD dulu...... begitu indah !
Setelah lepas saling kangen, kami selanjutnya merencanakan reuni yang akan di jadwalkan pada tgl. 13 Maret 2009, bertempat di Urban Kitchen, Senayan City. Semoga reuni ini lebih sukses dan dapat menambah teman2 lainnya.... amin.

Untuk itu aku sangat berterima-kasih kepada temanku Cucun (M. Guntur Kasla) dan Facebook.com yang membuat realita ini.

Teman2 yang hadir di Chatter Box CITOS :
01. M. Guntur Kasla, Ir. (Conoco Philips),
02. dr. Ima Nastiti (Spesialis Urologi),
03. Nurhasanah, SH, MKn (Notaris),
04. Silvia Mardiana (Sinarmas),
05. Djunafar Eric Goesfuansyah (Coca Cola),
06. M. Syarifuddin (PT. Asiana Technologies Lestary),
07. Vivi

15 December 2008

Kisah Seorang Pemimpin 3

Hampir satu tahun sebuah perusahaan ditinggal oleh seorang pemimpin yang dimutasikan ke jenjang yang lebih tinggi. Perusahaan tersebut kini dipimpin oleh seorang Pemimpin baru yang memiliki reputasi "killer" di tempat sebelumnya hingga 3 kali dimutasikan, pemimpin tersebut selalu memperoleh "kado" surat kaleng.

Pemimpin baru tersebut kini memimpin perusahaan dengan (katanya) tangan besi, khususnya pada bagian Marketting yang merupakan ujung tombak pada perusahaan tersebut sehingga dirasakan dalam kepemimpinannya, seluruh pekerja merasa tidak nyaman. Hal ini disebabkan karena pola kepemimpinan sebelumnya yang sangat memanjakan mereka.

Sifat keras yang sedikit mengarah ke diktatoran tersebut jika ditelaah justru banyak positifnya dan perusahaan kini setiap bulannya menunjukkan angka pertumbuhan yang baik, namun dikarenakan "sifat manja" yang telah dimiliki pekerja selama ini, menjadikannya tidak berarti.

Sikap dan sifat pekerja yang selalu mengumpat di belakang, kini sudah menjalar hingga mencapai mencapai 98%, sehingga apapun perbuatan baik yang dilakukan oleh sang pemimpin sudah tidak ada artinya lagi. Musuhnya pun terus meningkat baik di dalam Perusahaan maupun diluar Perusahaan, hal ini mungkin dikarenakan oleh sikap tegasnya yang tidak gentar menghadapi Pejabat Tinggi sekalipun.

Namun malang nasibnya... (sehabis Umrah) salah seorang Klien terdekatnya melaporkannya kepada kepada Atasan Tertinggi dari Perusahaan tersebut yang telah menyinggung perasaan dan martabat Kliennya.

Tanpa dilakukan penyelidikan terlebih dahulu oleh Atasan Tertinggi........ akhirnya (tidak sampai satu minggu setelah kejadian) Pemimpin tersebut terpaksa harus dimutasikan secepatnya pada hari itu juga dengan alasan untuk menghindari kesan negatif citra Perusahaan.

Semua prestasi baik yang telah dibuat oleh Pemimpin tersebut seakan sirna akibat kebijakan Atasan Tertinggi tersebut. Hampir seluruh pekerja dalam perusahaan tersebut bertepuk tangan kegirangan melihat Pemimpin mereka di fitnah.

Belum selesai sakit hati Pemimpin tersebut yang terpaksa jabatannya harus turun menjadi seorang Pekerja, kini dihadapan kembali dengan kasus baru yang kembali mengancam karirnya.

Pemimpin yang kini menjadi pekerja biasa tersebut hanya bersikap pasrah dan sabar dengan menyerahkan sepenuhnya permasalahan kepada Allah SWT.......

Merasa puaskah diri kita, setelah kita berhasil menjatuhkan orang kedalam jurang yang sangat dalam ? Sudah tertutupkah hati ini setelah menduduki sebuah Jabatan yang sangat tinggi ?

12 December 2008

Kisah Seorang Pemimpin 2

Dengan ramah seorang Pemimpin baru bersalaman dan berkenalan dengan masing2 karyawan untuk mengharapkan simpati mereka. Pujian dan sanjungan pun datang dari seluruh karyawan karena memiliki pemimpin yang sangat ramah dan (katanya) mengerti hati karyawan.

Sebulan pun berjalan..... Pemimpin tersebut ingin lebih dekat lagi kepada karyawannya dengan melakukan do'a pagi bersama2 sebelum bekerja. Seluruh karyawan pun antusias menyambutnya.

Resep ini ternyata jitu untuk mengendalikan seluruh karyawan tersebut, karena dalam kesempatan tersebut bukan hanya do'a saja tetapi melebar ke kebijakan2 Pribadi yang kadangkala sangat dipaksakan untuk dilakukan. Disamping itu pula Pemimpin tersebut mulai sering sekali ingkar janji dan membolak-balikkan fakta yang ada.
Dengan berbekal bercanda (tetapi menyindir), Pemimpin tersebut seolah2 ingin meminta partisipasi karyawannya untuk mendukungnya menertawakan karyawan yang menjadi obyekan candanya tersebut........ hal ini terus mengalir hingga saat ini.

Untuk memuaskan nafsu agar mendapat pujian dari atasannya.... Pemimpin tersebut mulai mencari2 kesalahan pemimpin sebelumnya yang memiliki kebijakan berbeda dengannya. Dengan bermodalkan omongan, bermain Golf (dalam jam kantor) dengan para atasannya dan lobi sana sini, akhirnya pujian demi pujian pun datang kepadanya, membuat pamornya lebih tinggi dibanding pemimpin sebelum2-nya.

Padahal dalam setiap meetingnya, Pemimpin tersebut sering menceritakan aib para atasannya ke karyawannya dan seolah2 hanya dia yang menjadi bamper dari mereka.

Para karyawan kini sangat resah dengan keberadaan mereka di kantor tersebut, karena sang Pemimpin sering menerapkan aturan yang sangat tidak manusiawi, seperti :
1. Karyawan dilarang pulang kantor apabila sang Pemimpin masih ada di kantor.
2. Lembur, tetapi tidak diberikan makanan maupun uang lembur.
3. Karyawan yang berbeda pendapat dimutasikan jauh dari tempat tinggalnya, dll.

Pemimpin seperti inikah yang kita cari ??

04 December 2008

Bekam dan bersilaturrahim dengan Caleg DPRD Dapil V Bekasi

Istriku aktif dalam Pengajian di daerah Kranggan dan salah seorang temannya mempunyai klinik kesehatan (Bekam) di sekitar daerah tersebut. Melihat kesehatanku yang semakin menurun, istri mengajakku untuk berobat ke rumah teman tersebut di daerah Ujung Aspal Pondok Gede (seperti lagu Iwan Fals).

Sesampai di rumah Beliau..... ternyata suaminya (Sdr. Mahmudin) merupakan Caleg DPRD Dapil V Bekasi dari Partai Matahari Bangsa. Kami pun sharing pendapat dari masalah Pemilu hingga ilmu agama. Beliau adalah orang yang santun dan semoga cita2 nya untuk kesejahteraan rakyat dapat terwujud.... amin.
Aku pun akhirnya di Bekam (selesai jam 22.00).

Pengobatan Bekam ini baik sekali untuk kesehatan, disamping Sunnah Rasulullah SAW, pengobatan ini aku rasakan besar sekali manfaatnya (terakhir di Bekam tahun 2007) dan saat ini aku tidak lagi menderita Vertigo (terakhir di-opname di RS. Pondok Indah tahun 2003 sebelum di Bekam).

Alhamdulillah saat ini aku mulai menikmati manfaatnya dari (kembali) hasil Bekam kemarin....

03 December 2008

Kisah seorang Pemimpin

Seseorang yang (katanya) Muslim menjadi Pemimpin dalam Perusahaannya. Setiap hari seluruh karyawan selalu diberikan nasehat2 maupun fikih agar mereka selalu menjalankan kewajibannya sebagai seorang Muslim. Hal ini terus berjalan hingga ia mendirikan kantor di daerah yang (cukup) elit di Jakarta.

Seluruh karyawan sangat bangga dengan lokasi kantor yang cukup strategis dengan interior baru yang menghiasi kantor tersebut.

Hari terus bergulir, belum terlihat tanda-tanda adanya suatu pekerjaan yang berarti dan bahkan lebih parah, sebagian besar karyawan tersebut sangat sibuk bermain game dan bahkan tidur, dikarenakan 'sang Boss' selalu datang ke kantor sekitar jam 14.00 an.

Seluruh karyawan pun belum dibuatkan SK maupun pendaftaran Asuransi (Kesehatan, Kecelakaan) maupun ASTEK dan apabila dilakukan konfirmasi... selalu dijawab bahwa Perusahaan sedang memonitor hasil kerja karyawannya (yang tidak ada pekerjaannya).

Perasaan khawatir pun mulai timbul dan dimulai dengan penerimaan gaji yang sangat tidak sesuai dengan hasil kesepakatan sebelumnya.

Ternyata Allah SWT menunjukkan kuasa-Nya.....

Pada saat Pemimpin tersebut menjalankan ibadah ke Tanah Suci ...... beberapa karyawan mulai menemukan "permainan cantik" yang (agak) menjurus ke arah kriminal. Ternyata selama ini Perusahaan menjalankan usaha dari "gali lobang tutup lobang" dengan dalih kepada Investor2 tersebut bahwa tidak lama lagi Perusahaan ini akan membangun lokasi elit di Indonesia sehingga diperlukan dana yang besar untuk mewujudkan "mimpi" tersebut.

Ternyata "permainan cantik" ini sudah berjalan 2 tahun sebelumnya dan semuanya terkuak pada saat Pemimpin tersebut ke Tanah Suci. Debt collector pun mulai berdatangan ke kantor untuk menagih janji....... namun NIHIL !! Malah yang lebih parahnya lagi untuk pergi ke Tanah Suci ternyata hutang ??

Setelah ditelusuri, ternyata semua uang pinjaman tersebut dipergunakan untuk kepentingan pribadi Pemimpin tersebut dan Investor2 yang telah menanamkan dananya ????
Masya Allah.....

Masih banyakkah Pemimpin seperti ini di Indonesia ?