30 January 2009

Manfaat Berdzikir

Menyambut Pemilu 2009 yang tinggal menghitung hari ini, situasi suhu politik mulai memanas. Masing² Caleg & Parpol-nya berlomba² membuat iklan untuk meraih simpati rakyat. Belum lagi issue saling menjatuhkan pemerintah, parpol, dll, yang mengharuskan kita lebih sering mengusap dada dan sangat prihatin terhadap yang terjadi di negeri ini.

Sebenarnya apa yang mereka cari sesungguhnya ??!

Saya merasa kagum dan terima kasih terhadap artikel ( http://www.eramuslim.com/oase-iman/bekal-para-caleg-muslim.htm ) yang ditulis oleh Sdr. Agus Suryanto sebagai masukan yang harus dimiliki oleh Caleg Muslim, semoga cita² luhurnya Indonesia dapat bangkit bersama menuju perubahan.... amin.

Penduduk Indonesia yang bermayoritas beragama Islam seharusnya dapat mengkaji lebih dalam arti sebenarnya Islam, sehingga dapat direalisasikan dalam kehidupan ber-warganegara tanpa mengkotak²an jenis agama yang dianut. Jika hal ini sudah dilakukan maka tingkat kedewasaan berfikir maupun bertindak akan lebih terarah lagi dan dapat menjaga sikap maupun perbuatan yang tidak menyinggung perasaan orang lain.

Islam tidak menganjurkan untuk berdebat karena hasilnya akan banyak merugikan. Untuk itu salah satu cara agar kita dapat menghargai orang lain dengan ikhlas adalah dengan memperbanyak ber-Dzikir.

Karena dengan sering kita melakukan dzikir akan bermanfaat :
1. Hati menjadi tenang,
2. Mendapatkan pengampunan dan pahala yang besar,
3. Dengan mengingat Allah, maka Allah juga akan ingat kepada kita,
4. Membedakan antara orang Mukmin & Munafik.

Semoga Indonesia memiliki Pemimpin yang benar² ikhlas menyuarakan jeritan hati rakyat.... amin.

28 January 2009

Yuk..... belajar menerima masukan....

Dalam keseharian kita sering dijumpai beberapa orang yang sedang mengalami permasalahan dan diri ini (sebenarnya) memerlukan masukan dari pihak lain. Tetapi hal ini justru sering diabaikan karena tertutupnya pikiran dan hati sehingga merasa tersinggung dan langsung mementahkannya, apalagi yang memberi masukan tersebut adalah anak maupun orang yang memiliki jabatan/kedudukan/harta yang lebih rendah.

Obyektifitas masukan pihak lain seharusnya disikapi dan tidak langsung serta merta diragukan yang kadangkala masukan tersebut justru lebih memiliki subyektif dan obyektif yang lebih baik dan jika dimanfaatkan akan menambah wawasan pengetahuan.

Tertutupnya pikiran dan hati untuk belajar menerima masukan akan sulit berkembangnya diri untuk lebih maju.

21 January 2009

Demokrasi Cantik Amerika

Pelantikan Barack Obama menjadi Presiden Amerika ke-44 telah dilakukan dengan dihadiri lebih dari 2 juta orang penduduk Amerika yang datang menyaksikan peristiwa bersejarah tersebut. Seluruh dunia banyak menaruh harapan kepada Pemimpin baru Amerika ini yang akan "merubah" Amerika, dapatkah hal tersebut dapat terwujud ??

Dari keseluruhan isi pidato Obama tersebut sebagian besar masih beriorientasi kepada permasalahan ekonomi yang melanda negaranya dan sama sekali tidak menyinggung permasalahan di Palestina. Kata "change" yang fatamorgana dan masih mengecewakan umat Islam di dunia.

Namun yang patut ditiru adalah sebuah sistem demokrasi yang berjalan sangat cantik. Dimana masing² calon Presiden menunjukkan rasa simpatik untuk kemajuan negaranya, walaupun dalam kampanye mereka masing² saling menjatuhkan. Mc Cain mengakui kekalahannya dan mendukung sepenuhnya pemerintahan Barack Obama.... sungguh demokrasi yang sangat cantik.

Dan setiap pelantikan Presiden Amerika yang baru selalu dihadiri oleh Mantan-(Mantan) Presiden sebelumnya dan mereka (serta seluruh rakyat Amerika) menaruh kepercayaan penuh kepada kebijakan yang (akan) diambil oleh Presiden yang baru. Demikian pula halnya dengan G.W. Bush dan Bill Clinton yang hadir dalam pelantikan Barack Obama tersebut menundukkan antusias sepenuhnya kepada kebijakan yang diambil Obama dalam pidatonya.

Setelah itu dengan penuh keakraban, Obama mengantarkan G.W. Bush meninggalkan "ceremonial" dengan rangkulan damai ke tangga Helicopter yang menjemput Bush.

Semoga dalam Pemilu 2009 nanti hal tersebut dapat terwujud di negeri Indonesia yang kita cintai ini..... amin.

14 January 2009

Menuju Indonesia Yang Lebih Baik

Setiap memasuki bulan Januari akan didapati beragam peristiwa yang melanda negeri ini, terutama adalah masalah banjir yang tidak pernah tuntas dalam penanganannya. Begitu banyak ahli pendapat yang menuangkan unek² via media massa yang kalo dapat dikatakan hanya sekedar wacana...... mau terjun langsung ke lapangan ?? .............. Oh.... nanti dulu !!

Pemerintah mencanangkan penghijauan namun tetap memberikan lampu hijau kepada pihak Developer untuk memangkas lahan resapan air untuk dibangun pemukiman hingga perkantoran, sangat ironis bukan ?

Yang lebih parahnya lagi pembangunan pemukiman untuk masyarakat kurang mampu berupa RSSSSS juga tidak berjalan sesuai yang diharapkan dan seperti biasa.... yang berduit tetap menguasai dan berinventasi dengan cara disewakan atau menunggu harga meningkat. Dan masih banyak persoalan yang tidak sepenuh hati dilakukan pemerintah, dengan kata lain pemerintah memberikan aturan tetapi pelaksanaannya dilepas begitu saja dan tidak dikontrol secara tuntas.

Bagaimana dengan perwakilan kita di DPR ? Apakah mereka telah memperjuangkan seluruh aspirasi kita ? Atau sudah berubahkah fungsi DPR saat ini ?

Dengan begitu banyak Caleg² yang ikut dalam Pemilu 2009 ini dengan mengerahkan seluruh harapannya dan (mungkin juga) hartanya bertaruh dalam Pemilu 2009. Entah dengan niat untuk mensejahterahkan rakyat untuk membangun Indonesia atau mempunyai niat yang lain.... hanya mereka sendiri dan Allah SWT -lah yang sangat mengetahuinya.

Sedangkan saya sendiri.....?

Saya mencoba merubah paradigma yang ada.... dan dimulai dengan tidak memasang atribut², poster² maupun baliho² yang (katanya) dapat menarik massa untuk memilih dirinya dalam Pemilu 2009. Bagiku cara demikian sudah tidak lazim untuk saat ini. Masyarakat (rakyat) sudah mulai sadar dengan janji² yang sekedar janji tanpa realisasi yang nyata.

Disamping itu yang menjadi pertanyaan adalah apakah mereka setelah terpilih menjadi anggota Dewan, benar² tidak mempermasalahkan (memperhitungkan) biaya² yang telah dikeluarkan selama kampanye ? Atau jika di-sponsori oleh pihak ketiga, apakah pihak ketiga tersebut tidak menuntut untuk diberikan fasilitas ? Kalaulah ini terjadi..... kapan mereka akan berpihak kepada rakyat ??

Banyak pertanyaan yang membebani pikiran ini, sehingga saya pun berani untuk menjadi Caleg DPR. Saya sangat menginginkan Indonesia ini menjadi lebih baik dengan tujuan yang ikhlas, sehingga arti DPR benar² sesuai untuk mewakili rakyat yang diantaranya adalah dengan mensejahterahkan rakyat, bagaimana caranya ?

Anggota DPR harus benar² menguasai sasaran yang dituju dan tidak hanya pintar dalam berdebat maupun memberikan pendapat. Mereka bersama Pemerintah langsung turun ke lapangan (meninggalkan jas/safari), memonitor, sehingga peraturan tersebut akan tepat sasaran dan langsung dapat dinikmati oleh rakyat.

Sering saya berfikir, kenapa Pemerintah dalam mensejahterahkan rakyat tidak mempergunakan cara yang sangat simpel, seperti contoh kecil di Jakarta :

Jumlah pekerja yang memiliki penghasilan (misalnya) berjumlah 2.000.000 orang. Masing² pekerja ini setiap bulannya dipotong Rp. 5.000,- untuk modal pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja mandiri atau membantu masyarakat miskin yang membutuhkan akan menghasilkan Rp. 10.000.000.000,- setiap bulannya. Disinilah tugas DPR untuk turun tangan bersama Menteri Sosial atau Menteri Tenaga Kerja untuk memonitor dan merealisasikannya.

Dan masih banyak contoh² lainnya yang bisa terwujud asalkan DPR dan Pemerintah benar² serius bekerja sesuai dengan job descriptionnya dibarengi dengan hati yang tulus.

Hindari pembodohan terhadap rakyat untuk memuluskan tujuan pribadi.... ikhlaskan diri ini untuk mewakili mereka untuk menuju Indonesia yang lebih baik...... amin.

12 January 2009

Nikmatnya menjadi suami

Menjadi seorang Manager di kantor memang mengasyikkan dengan memantau dan menyuruh anak buah untuk mengerjakan perintah sesuai dengan keinginan. Kebiasaan ini berlanjut dalam kehidupan rumah tangga..... dengan memerintah istri dan anak seenaknya tanpa melihat bagaimana lelah dan capeknya seorang istri dalam mengurus anak²nya, memasak serta membersihkan rumah.

Dengan prestasi yang terus meningkat... suami / Manager tadi pun mulai terbawa dengan peningkatan status menjadi Orang Kaya Baru, dengan (berani) melakukan pembelian (KPR & KPM) Rumah dan 2 unit mobil sekaligus dan gaya bicara pun mulai terkesan angkuh.

Dengan menunjukkan penghasilan yang menjanjikan, sang suami menyuruh istri-nya untuk berhenti bekerja karena dengan jabatannya saat ini sudah lebih dari cukup untuk menafkahkan keluarganya. Anak pun disuruh sekolah di tempat yang elit di daerahnya. Secara garis besar gaya hidup pun berubah total.

Roda akhirnya berputar.... Perusahaannya terpaksa harus dilakukan merger dengan perusahaan lain yang mengakibatkan terancamnya posisinya dalam perusahaan baru tersebut dan mengharuskannya menjadi pengangguran kelas tinggi.

Debt Collector mulai berdatangan untuk menagih cicilan Rumah & Mobil-nya yang sudah memasuki bulan ke-6. Mungkin karena kedudukan (dulu) seorang GM sehingga baginya tidak level untuk berurusan dengan Debt Collector atau memang mentalnya "tempe" yang tidak siap menghadapi kenyataan yang ada, sehingga seluruh persoalan yang telah dibuat olehnya dilimpahkan ke istrinya.

Dengan beban yang sangat berat, sang istri harus memikul seluruh masalah rumah tangga dari memberi nafkah, debt collector hingga persoalan² kecil. Sedangkan suami ? Sehari²nya hanya bermain games, merokok dan tidur. Alangkah nikmatnya menjadi seorang suami bukan ??

2 tahun sudah berjalan dan tabiat suami tidak menunjukkan perubahan, bahkan seperti selayaknya seseorang yang menghidap penyakit "Authis" dengan memiliki daya khayalnya sendiri tanpa perduli keadaan yang saat ini menimpa keluarganya. Sungguh malang nasib sang istri, apa mau dikata... nasi telah menjadi bubur, nasib masa depan anak yang sangat dipertimbangkan oleh sang istri dengan menerima semua dengan ikhlas dan tetap bertakwakal kepada Allah SWT.

08 January 2009

Akankah tahun 2009 lebih baik dibanding tahun 2008 ?

Tahun 2008 telah dilalui dengan berbagai macam peristiwa yang menghiasi hidup. Bagiku tahun 2008 merupakan titik hijrah-ku memasuki tahapan baru yang lebih baik dan insya Allah diberikan rahmat serta berkah dari Allah SWT.

Titik awal adalah mengajukan pensiun dipercepat dari BRI tempat bekerja selama 19 tahun, karena dalam 3 tahun terakhir aku selalu dihadapi dengan begitu banyak dilema baik dari segi akidah agama maupun dalam hal karir.
Langkah ini alhamdulillah banyak membawa berkah bagi-ku maupun keluarga-ku dan begitu banyak ilmu serta jaringan teman dan usaha yang aku miliki saat ini, diantaranya :

Dengan mendirikan perusahaan sendiri, PT. Inviro Sinergy Global yang bergerak di bidang manajemen konsultan dan pemasaran (http://insiglo.blogspot.com/).

Menjadi Caleg DPR-RI dari Partai Pemuda Indonesia untuk daerah pemilihan Jawa Barat 5 : Gunung Putri, Cileungsi, Jonggol, Citeureup, Cibinong.

Menjadi Manager Marketting di PT. Citra Dinamika Sejahtera yang bergerak di bidang Developer (http://ptcds.blogspot.com/).


Dari semua yang aku peroleh di tahun 2008 tersebut yang paling aku merasakan kenikmatan hidup ini adalah merasa kedekatan diriku kepada Allah SWT dan terus belajar fikih Islam khususnya dalam hal ikhlas dan tawakkal.... insya Allah.

Menjadi Caleg bukan merupakan awal yang mudah bagi hidupku dan aku sudah merasakan bagaimana pahit dan getirnya perjuangan yang harus dilalui. Aku tetap menghindari permainan "kertas bernilai" dan alhamdulillah s/d saat ini tidak ada sepeser pun aku keluarkan. Demikian pula halnya dalam berkampanye secara feodal dengan memasang poster, baliho, dll, yang kerap dilakukan oleh Caleg lainnya yang memiliki uang dan koneksi yang luas, juga aku hindari.

Bagaimana masyarakat tahu kalau diri kita ikut Pemilu ?

Aku berusaha merubah paradigma feodal tersebut dengan melakukan pendekatan langsung ke masyarakat dengan cara silaturrahim sehingga diharapkan mereka benar² mengetahui diriku sesungguhnya dan dengan keikhlasan hati mereka memilihku dalam Pemilu 2009.

Indonesia mulai menunjukkan perubahan dalam pemerintahan SBY ke arah yang lebih baik dan paling menonjol (patut diacungi jempol) adalah dalam pemberantasan korupsi (walaupun masih pilih²) dan 2 kali penurunan BBM yang tidak pernah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya, disamping masih terdapat peristiwa serta kasus yang belum (atau tidak mau) diselesaikan, seperti :
1. Kasus Munir,
2. Lumpur Lapindo,
3. Korban Tsunami di Aceh, dll.

Wakil2 rakyat (DPR) belum menunjukkan kualitas yang berarti dan justru negeri ini banyak mengalami kerugian akibat ulah² wakil² rakyat ini seakan lupa akan fungsi dirinya duduk di DPR... rakyat seakan menjadi "mainan" yang dapat diutak-atik dan dibodohi. Mereka lupa disaat menjadi Caleg mereka rela melakukan apa saja selaksa pengemis yang meminta belas kasihan dan budaya seperti ini masih "sangat trendy" di negeri tercinta ini..... masya Allah.

Namun aku selalu optimis dan tetap berfikir positif bahwa tahun 2009 akan lebih banyak membawa keberkahan bagi kita semua maupun negeri Indonesia yang kita cintai.... amin.

05 January 2009

Silaturrahim dengan istri Motivator di BRI

Aku dan Keluarga merasa tersanjung sekali dengan kedatangan keluarga (alm.) Bp. Nasrun Adil Lubis (motivatorku semasa di BRI) ke rumahku pada hari Minggu, tgl. 04 Januari 2009.
Semasa hidupnya beliau terkenal suka membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongannya dan selalu sharing pengalaman. Beliau (bersama Ibu Arma Gayariana) pulalah yang memotivasi diriku untuk mengambil peluang pendidikan Account Officer di BRI yang saat itu sangat menjanjikan untuk peningkatan karir dan alhamdulillah aku pun lulus di bulan Juli 1998 dan ditempat di Kantor Cabang BRI Jakarta Kebayoran Baru, yang merupakan 3 Besar Kantor Cabang BRI di seluruh Indonesia.

Walaupun aku telah dimutasikan ke tempat yang baru, namun silaturrahim kami tetap terjaga hingga Beliau wafat di tahun 2007 dan alhamdullillah aku dapat memandikan serta men-sholati jenazahnya hingga memasuki peristirahatannya yang terakhir.

Sekarang saatnya diriku dapat membantu keluarganya yang sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri dan semoga Allah SWT selalu memberikan limpahan rezeki kepadaku sehingga aku dapat membantu mereka kapanpun dalam hal apapun...... insya Allah..... amin.

Kami sekeluarga sangat bangga dengan kedatangan keluarga (alm). Nasrun Adil Lubis ke rumahku dan terima kasih karena mau berkunjung ke rumah kami.