12 February 2009

Definisi Sukses

Kita sering mendengar atau melihat kata sukses. Sebenarnya bagaimana definisi sukses itu sendiri ?

Sukses sering dikaitkan dengan tingkat keberhasilan berupa :
  • Harta yang melimpah,
  • Nama terkenal,
  • Kekuasaan/pengaruh, dll.
Dengan hidup bergelimang harta dengan berusaha untuk mendapatkannya dengan meraih segala keinginannya. Dalam fikirannya selalu terbayang siang dan malam hanya uang dan harta berlimpah, kemuliaan dan kehormatan. Disanjung dan dipuji kemanapun pergi.

Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.” ( QS. Al Israak : 18)

Kalaulah itu terdapat dalam diri kita, alangkah kasihan diri kita ini.... yang hanya meraih kesemuan belaka dengan menjadikan kehidupan di dunia lebih bernilai dibandingkan untuk mencapai akhirat. Mengapa demikian ?

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah setan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.” ( QS. Fathir : 5)

"Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan (kalimat) yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya..." (QS. Fatir : 10)

Kehidupan dunia hanya sementara dan tidak kekal. Kehidupan yang kekal dan abadi hanyalah akhirat. Orang sukses adalah yang berhasil mendapat kemenangan di dunia dan akhirat dengan mencari kehidupan dunia untuk mendapatkan akhirat dan mengorbankan kepentingan dunianya untuk mendapatkan kebaikan akhirat.

Islam telah mengajarkan keseimbangan hidup dunia dan akhirat. Islam tidak anti kekayaan dan tidak menganjurkan pengikutnya untuk hidup miskin dan sengsara, tetapi Islam mengajarkan untuk menjadikan manusia tersebut meraih sukses baik di dunia maupun akhirat.

Sedangkan definisi sukses itu sendiri bagi saya adalah mampu membersihkan hati dengan mempersembahkan yang terbaik, terwujud dalam akhlak mulia serta beramal dengan hati ikhlas dan tetap rendah hati, karena semua ini adalah milik Allah SWT.

08 February 2009

Kisah Seorang Pemimpin 5

Di dunia ini ternyata masih terdapat seorang Pemimpin yang sangat sederhana, walaupun di sekelilingnya terdapat banyak fasilitas (gratis) yang dapat dinikmati olehnya. Beliau adalah Mahmoud Ahmadinejad (Presiden Iran) yang dapat kita contoh dengan mengaplikasikan kesederhanaannya dalam kehidupan kita.

Wawancara beliau dengan TV Fox (USA) perihal kehidupan pribadinya.

"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda ?"
Beliau menjawab :
"Saya melihat orang di cermin itu dan mengakannya padanya : ingat... kau tidak lebih dari seorang pelayan, hari depanmu penuh dengan tanggungjawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran".

Berikut ini saya sampaikan gambaran seorang Mahmoud Ahmadinejad yang membuat orang ternganga dan terheran-heran :
  1. Saat pertama kali menduduki kantor Kepresidenan, Beliau menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya kepada Masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
  2. Beliau mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu Beliau memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan meminta kepada Protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu meski sederhana tetap terlihat impresive.
  3. Beliau sering bercengkrama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.
  4. Beliau meminta kepada seluruh Menterinya berupa dokumen yang telah ditanda-tanganinya berisikan arahan2 darinya dengan menekankan untuk tetap hidup sederhana dan seluruh rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga apabila masa jabatan berakhir, mereka dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak. Beliau kerap mengadakan rapat untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang telah dilakukan dan memotong protokoler istana sehingga seluruh Menterinya dapat langsung masuk ke ruangannya tanpa hambatan. Demikian pula menghentikan kebiasaan upacara2 seperti : karpet merah, sessi foto atau publikasi pribadi.
  5. Langkah pertamanya adalah mengumumkan kekayaan dan propertinya yang hanya terdiri dari : Mobil merk Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening Banknya bersaldo minimum dan satu2nya pemasukan berasal dari gaji bulanan.
  6. Gaji sebagai dosen di sebuah Universitas hanya senilai US$ 250.
  7. Beliau masih bertempat tinggal di rumahnya tersebut.
Kebijakan lainnya yang diubah Beliau mengenai pesawat terbang Kepresidenan menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak rakyat dan untuk lawatan ke luar negeri, Beliau mempergunakan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

Saat harus menginap di Hotel, Beliau meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yang tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur diatas kasur, akan tetapi lebih menikmati tidur di lantai yang hanya beralaskan karpet dan selimut.

Satu hal yang membuat kagum Staf Kepresidenannya adalah sebuah tas yang selalu dibawa Beliau setiap hari berisikan sarapan : roti isi atau roti keju yang disiapkan oleh istrinya dan memakannya dengan gembira. Beliau menghentikan kebiasaan untuk penyediaan makanan yang dikhususkan untuk Presiden.

Ketika suara azan berkumandang, Beliau langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa dan Beliau tidak suka dikhususkan dalam sholat untuk berada di baris paling muka.

Beliau mempunyai Hajatan Besar : menikahkan puteranya yang hanya layak seperti pernikahan kaum buruh dengan makanan berupa : pisang, jeruk dan apel.

Hanya itulah yang dimiliki oleh seorang Presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis dan memiliki minyak dan pertahanan yang baik.
Beliau tidak mengambil gajinya dengan alasan bahwa semua kesejahteraan merupakan milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi/kedudukan seorang Kepala Negara ?
Akankah di Indonesia masih terdapat seorang Pemimpin seperti beliau ?

05 February 2009

Kontroversi Fatwa MUI Mengenai Rokok & Golput

Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):
  • 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
  • 4x menderita kanker esophagus
  • 2x kanker kandung kemih
  • 2x serangan jantung
Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas.

Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.
Lihat cuplikan bahaya merokok di http://www.youtube.com/watch?v=N1Fgl_KMZIQ


Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda/barang haram yang harus dihindari. Hal inilah yang (mungkin) mendasari MUI untuk membuat Fatwa bahwa merokok itu haram bagi anak-anak, remaja dan wanita hamil. Rokok juga diharamkan di tempat umum.

Permintaan fatwa rokok haram dilandasi dengan bahaya rokok bagi kehidupan manusia yang sudah sangat mengkhawatirkan dan mereka menyampaikan data dari penelitian WHO bahwa setiap 6 detik ada seorang manusia yang mati terkait dengan rokok.

Usaha pemerintah untuk mengurangi kebiasaan merokok tidak berhasil alias gagal total. Iklan rokok yang berbunyi merokok bisa menyebabkan penyakit kanker, gangguan pada jantung, janin dan bisa menyebabkan impotensi tidak mampu membendung nafsu memanjakan nikotin dan malah merokok menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

Pemerintah DKI Jakarta mengeluarkan Perda larangan merokok ditempat umum dengan hukuman denda Rp. 50.000.000. bagi yang melanggarnya juga tidak berhasil karena masih saja kita melihat warga yang merokok disembarang tempat tanpa diambil tindakan hukum oleh aparat DKI.

Banyak ayat suci Al-Quran yang dapat dijadikan dasar untuk mengharamkan rokok, antara lain :

  1. Al-Baqarah 195 : “Dan Janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri kedalam kebinasaan.” An-Nisaa 29 : “Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian.”
  2. Al-Israa’26-27: ”Dan janganlah kalian menghambur hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudaranya syetan. Dan syetan sangat ingkar terhadap Tuhannya.”
  3. Al-A’raf : 33 Allah berfirman; ”Katakanlah: Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi…..” Di ayat 157 “Dan Allah menghalalkan bagi mereka segala sesuatu yang baik dan mengharamkan atas mereka segala sesuatu yang buruk.” 

Imam Hasan Al-Bashori mengatakan bahwa yang dimaksud dengan yang buruk itu adalah segala yang diharamkan dan yang menjijikan, karena setiap yang haram itu menjijikan. Para ahli fiqih juga berpendapat bahwa setiap yang membahayakan diharamkan untuk dimakan dan diminum.

Rokok memiliki sifat yang sama dengan Khamr, walaupun kadarnya lebih rendah dan pengaruh terhadap korban juga lebih lamban.


"Rokok diharamkan bagi anak-anak, remaja, wanita hamil. Merokok di tempat umum juga haram," ujar Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Ali Mustafa Ya'qub menjelaskan hasil Ijtima' Ulama Fatwa III MUI di Kabupaten Padang Panjang, Padang, Sumatera Barat.

Dengan adanya fatwa tersebut seolah membebaskan orang dewasa untuk merokok di rumah yang didalamnya (mungkin) terdapat anak-anak, remaja & Ibu hamil sehingga terhisap asap nikotin yang beracun itu (menjadi perokok pasif) yang justru lebih berbahaya.

Bukankah pengertian haram itu adalah mutlak tanpa pemilahan ? Bagaimana hukumannya apabila fatwa tersebut dilanggar ?

Peranan MUI terlihat sangat dominan dan cukup menyedot perhatian rakyat di dalam pemerintahan, seakan peranan Departemen Agama hanya sekedar untuk mengurus masalah Haji. Disamping itu pula Fatwa MUI seakan seperti aturan baru (khusus Muslim) yang harus dijalankan oleh Pemerintah.

Masalah rokok sudah diusung lama oleh Pemerintah (tidak spesifik mengenai haram) yang gagal total karena Pemerintah tidak tegas dan konsekwen dalam menjalankan peraturan yang telah dibuatnya sendiri, sehingga MUI (seolah terpaksa) harus turun tangan dalam mengatasi hal tersebut.


Disamping itu masalah rokok, MUI juga mengeluarkan fatwa mengenai golput itu haram yang banyak menimbulkan kontroversi dimana². Para ulama tersebut seharusnya lebih arif dan bijaksana serta perlu mempertimbangkan kondisi masyarakat yang tidak melulu harus dikaitkan dengan hukum agama.

Juru Bicara Jamaah Muslimin (Hizbullah) Ali Farkhan Tsani dalam siaran persnya juga meminta supaya MUI mencabut fatwa haram golput karena tidak berlandaskan dalil yang kuat baik dari Al-Quran, As-Sunnah, maupun contoh Khalifah Rasyidin Al-Mahdiyyin, berikut pernyataannya :
"Ulama hendaklah takut kepada Allah dan berhati-hati betul dalam menetapkan suatu fatwa, haruslah semata-mata berdasarkan pertimbangan nash yang qath’i Al-Quran dan As-Sunnah. Bukan pertimbangan keinginan, rasio apalagi kepentingan politis,". Menurutnya, pemilu merupakan bagian praktik demokrasi politik yang merupakan produk akal manusia bukan syari’at Islam wahyu Allah SWT. Menarik-narik masalah politik ke dalam syari'at Islam melalui fatwa haram golput, lanjut Farkhan, bertentangan dengan nash syari'at Islam. Terutama surat Al-Hujurat ayat 1, Fathir ayat 28, An-Nisa ayat 59, Al-Hujurat ayat 1, Al-Anbiya ayat 107, dan An-Nahl ayat 116.
"Di samping itu, memfatwakan haram golput dalam Pemilu, berarti mengkerdilkan syari’at Islam yang bersifat rahmatan lil ‘alamin," katanya.

Ali Farkhan memaparkan, kepemimpinan khas Islam adalah sistem Khilafah yang dipilih dari dan oleh kalangan internal umat Islam. Sedangkan sistem Demokrasi bukan kepemimpinan khas Islam, akan tetapi hak pilih politik warga negara yang terdiri dari berbagai pemeluk agama. Lebih lanjut, Ia menyatakan, rujukan kebenaran dalam sistem kepemimpinan Islam adalah Al-Quran dan As-Sunnah, sementara rujukan dalam sistem politik demokrasi adalah suara terbanyak.

Alangkah lebih baiknya apabila MUI mencabut Fatwa yang tidak populer tersebut dan dapat menggantikannya dengan anjuran dan himbauan untuk mengajak rakyat berpartisipasi dalam Pemilu sebagai kelancaran demokrasi di Indonesia.

MUI seharusnya mengeluarkan fatwa-fatwa prioritas, yang berkaitan dengan persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia, bukan fatwa yang bersifat ad hoc atau kontroversi.

Sementara itu, pakar politik Prof. Dr. Bahtiar Effendy mengatakan, bahwa para ulama mungkin memang memiliki tujuan yang baik agar masyarakat ikut pemilu, sehingga masyarakat berperan dan kesinambungan kepemimpinan terjamin. Namun menurutnya MUI sedikit berlebihan. Karena menurutnya, memilih dan tidak memilih itu hak setiap warga negara. Jadi tidak bisa diwajibkan. Terlebih kewajiban itu mengandung konsekuensi hukum.

Peraturan yang telah dibuat (Pemerintah) harus jelas dan tegas dalam pelaksanaannya dan Fatwa MUI sebaiknya berlandaskan kepada dalil yang kuat baik dari Al-Quran, As-Sunnah. Semoga Indonesia menjadi lebih baik...... amin.