13 May 2009

Optimistis SBY dalam Pilpres 2009

Hanya dalam 2 kali Pemilu sejak tahun 2004 & tahun 2009 di Indonesia, Partai Demokrat akhirnya dapat menggeser kedudukan Partai Golkar yang lebih dari 30 tahun selalu memenangkan Pemilu di Indonesia. Saya pribadi menilai sebenarnya Partai Golkar masih menguasai Pemilu 2009, namun dikarenakan munculnya Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura) yang sebelumnya berinduk dari Partai Golkar mengakibatkan suara tersebut menjadi terpecah. Hal ini dapat kita lihat bersatunya Partai Golkar dan Partai Hanura dalam Capres & Cawapres (JK & Wiranto) yang jika ditotal perolehan suaranya bersaing dengan Partai Demokrat.

Entah Partai Demokrat melihat hal tersebut atau tidak, akhirnya Partai Demokrat melakukan koalisi bersama Partai² Islam, seperti : Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN), yang jumlah perolehan suaranya dapat mengimbangi Partai Golkar & Partai Hanura tersebut. Nama SBY sebagai Capres pun digandengkan dengan nama² Cawapres seperti : Nur Hidayat Wahid, Hatta Rajasa, dll.

Diluar daripada itu, Partai Demokrasi Perjuangan (PDI-P) yang selama ini menjadi oposisi dan sering mengkritik pemerintahan SBY, akhirnya mencoba merapat kedalam Partai Demokrat sehingga semakin memperkuat posisi SBY sebagai Capres 2009.

Sekian lama mencari pendamping yang pas, akhirnya SBY menetapkan Budiono menjadi pendampingnya sebagai Cawapres 2009 yang menurut saya merupakan antiklimaks dari koalisi ini. Partai² Islam pun akhirnya mulai bereaksi terhadap pilihan SBY tersebut yang sama sekali tidak berasal dari salah satu kubu Partai² Islam itu sendiri maupun mewakili daerah diluar Pulau Jawa. SBY seakan yakin bahwa pilihannya adalah yang terbaik atau ingin lebih leluasa dalam pemerintahannya nanti ?

Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi apabila seluruh Partai² Islam sebelumnya menyadari bahwa mereka seharusnya bersatu dan tampil dalam pemerintahan di negeri Indonesia ini. Mereka justru lebih banyak memiliki pemimpin dengan nama besar.

Sekarang merupakan saat yang tepat apabila Partai² Islam tersebut bersatu dalam memeriahkan Demokrasi di Indonesia untuk memenangkan Pemilihan Presiden & Wakil Presiden. Suara dari Partai² papan atas tersebut akan pecah dan terbagi apabila Partai² Islam itu bersatu karena pemilihan Presiden & Wakil Presiden adalah pemilihan figur, sehingga rakyat sangat mengharapkan figur yang tepat di Indonesia.

SBY telah memiliki nama besar selama 5 tahun pemerintahannya yang dapat dikatakan sukses walaupun masih dengan catatan. Sosok SBY sudah melekat di hari rakyat Indonesia. (Mungkin) merasa berada diatas angin SBY pun dengan mudahnya memilih nama Budiono menjadi pendampingnya tanpa memilih nama dari koalisi Partai² Islam. Optimistis SBY tersebut dapat menjadi bumerang bagi dirinya sendiri dan merupakan antiklimaks terhadap figurnya yang bersahaja.

Ini adalah pesta demokrasi yang sewaktu² akan berubah dengan cepat. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dari mereka² yang saat ini saling membagi kekuasaan di Pemerintahan. Siapapun yang menjadi pemenangnya, kita hanya bisa berharap semoga mereka lebih bijaksana dalam memperhatikan keadaan rakyat khususnya mereka yang mengalami kemiskinan dan sulit mencari kebutuhan untuk hidupnya sehari-hari.

“Sungguh kalian akan gila jabatan dan pada hari Kiamat kelak akan menjadi penyesalan. Nikmat di dunia dan sengsara di akhirat.” (HR. Bukhari).

11 May 2009

Shooting Perdana Video Klip THE SECRET

Berangkat seusai sholat Subuh pada tgl. 7 Mei 2009 menuju ke rumah personil The Secret untuk melakukan shooting video klip perdana di daerah Bintaro. Dan sebelum berangkat ke lokasi shooting kami menjemput Mr. Bongky (ex. Bassist SLANK) terlebih dahulu di rumahnya (Depok).

Setelah berbenah (jam 08.30) kami pun langsung menuju ke lokasi shooting.

Dalam perjalanan di Tol Jagorawi, mobil saya mulai terasa terombang-ambing, dalam hati bergumam : "kemungkinan ban kempes nich !" dan begitu mengambil tiket di Pintu Tol Cibubur, mobil saya pinggirkan ke sisi kiri jalan tol untuk menghindari kemacetan.... dan ternyata bannya memang kempes total.

Satu persatu perlengkapan dikeluarkan dan apa yang terjadi ?? Ternyata kunci L untuk membuka dop Velg tidak ada, Palang kunci membuka baut ban tidak ada, dongkrak macet........ masya Allah. Sekitar 5 menit saya bengong di pinggiran tol Jagorawi mencari pemecahannya dan dengan keberanian yang tidak tahu malu akhirnya saya berjalan ke kantor Jasa Marga meminta tolong untuk membantu dan alhamdulillah mereka sangat perhatian sekali..... terima kasih Jasa Marga.

Sekitar 30 menit akhirnya mobil saya siap untuk meluncur menuju Bintaro dengan kecepatan penuh.......

Dibawah terik matahari shooting pun berjalan lancar dan mendadak Mr. Adam (Director) mohon agar mobil saya dapat dipergunakan untuk shooting yang dikendarai oleh 4 cewe yang akan menculik salah satu personil The Secret..... Ternyata tanpa casting mobil tersebut lebih bonafit dibanding pemiliknya..... padahal saat itu saya memakai mobil (lawas) Mitsubishi Eterna '91...

Shooting berjalan lancar dan berakhir pada saat adzan Maghrib dan seluruh personil The Secret dan kru bersiap untuk pulang dan saya with Mr. Bongky terpaksa belakangan pulang karena kacamata minus bening tidak diketemukan sedangkan sepanjang hari itu saya memakai kaca mata rayban minus.
Akhirnya terpaksa dech mengendarai mobil dengan kacamata rayban with Mr. Bongky di malam hari.

Jam 20.00 saya and Mr. Bongky makan sate kambing yang enak banget di dekat rumahnya dan ngobrol dan diskusi musik di studio miliknya sampai jam 22.00. Mata mulai tidak bersahabat dan mohon pamit to Mr. Bongky.... saya pun pulang dengan kacamata rayban.....

Kejadian yang begitu indah untuk dinikmati pada hari itu......