24 October 2009

Merencanakan keuangan & proteksi diri dengan kerendahan hati

Semua manusia di muka bumi ini sangat menginginkan hidup yang ideal. Konsep kehidupan ideal yang saya ambil dari AXA Financial ini memang merupakan harapan semua manusia, seperti : Sehat, Bekerja dan Punya Uang sehingga memiliki masa depan yang cerah dan impian pun akan tercapai.

Dengan memiliki kehidupan yang ideal tersebut segala bentuk biaya yang dikeluarkan seperti : biaya hidup, biaya pendidikan anak, cicilan kredit dan gaya hidup dapat teratasi dan setelah seluruhnya diperhitungkan maka sisanya dapat disimpan (Saving).

Namun kehidupan ini tidak selalu mulus seperti yang diharapkan dan apabila kita mengalami : Sakit Kritis, PHK, Bangkrut, maka masa depan menjadi tidak jelas dan seluruh impian tersebut menjadi sirna. Seluruh simpanan (saving) yang selama ini kita tabung akan terkuras oleh biaya yang disebutkan diatas tidak dapat dihindari. Apakah kita siap menerima resiko ini ?

Begitu banyak program yang sangat bagus yang ada di AXA Financial dan dalam kesempatan ini saya tidak menyampaikan program2 yang bagus dari AXA Financial tersebut, tetapi saya hanya sharing mengenai konsep kehidupan dari AXA Financial untuk mewujudkan mimpi kita dengan berusaha secara maksimal dan tidak pasrah dengan kehidupan ini.

Kita sering mendengar kalau seseorang sering mengeluh mengenai penghasilannya yang sangat minim sehingga terpaksa setiap bulannya harus meminjam uang (hutang) kepada pihak ketiga hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya dan bahkan yang tidak habis piker adalah merasa sangat nyaman dengan cara demikian. Untuk menutupi hutang2 tersebut mengharapkan pembayaran bonus dari Perusahaan setiap tahunnya yang lumayan besar dan “budi baik” konsumen yang memberikan sedikit rezeki yang dianggap “halal”. Hal ini berlangsung tahun demi tahun dengan pola yang sama.

Saya mencoba sharing kepada mereka untuk bekerja secara “part time” tanpa meninggalkan pekerjaan pokoknya dan hanya sedikit mengusik “kenyamanan” yang ada, sehingga dengan demikian dapat meningkatkan penghasilan mereka setiap bulannya dan konsep kehidupan yang ideal akan terwujud. Alhamdulillah hanya sebagian kecil dari mereka yang saat ini dapat mewujudkan mimpinya, sedangkan sebagian besar lain….. ? Sangat menikmati “kenyamanan” yang ada.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya pada diri mereka ” [QS. Ar-Ra’du : 11]

Kisah tersebut adalah merupakan sedikit gambaran yang ada di sekitar lingkungan kita yang ingin memperoleh penghasilan besar tetapi tidak ingin berusaha maksimal, bahkan yang lebih parahnya lagi malah sering memaki2 perusahaan dimana tempat ia bekerja setiap harinya seolah2 Perusahaan sangat tidak menghargai hasil kerjanya…… Masya Allah !

Demikian pula halnya dengan posisi jabatan yang ada saat ini, kita seolah merasa orang lain adalah “kecil” dan kadang dengan angkuhnya kita sering menolak sesuatu yang baru tanpa terlebih dahulu mendengarkan penjelasan mereka yang sebenarnya sangat menguntungkan kita dikemudian hari.

Allah berfirman, "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri," [QS. Luqman : 18].

Diantara seluruh jenis pekerjaan yang ada di Indonesia ini, peranan asuransi sering dianggap remeh oleh kebanyakan masyarakat kita yang lebih nyaman jika menyimpan dananya di “Bank” yang seakan lebih menguntungkan… suatu pendapat yang sah2 saja apabila yang bersangkutan memiliki pengetahuan terbatas didalamnya.

Bank (secara umum) adalah suatu badan usaha yang memiliki wewenang dan fungsi untuk untuk menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan kepada yang memerlukan dana tersebut.

Sedangkan Asuransi merupakan transfer of risk yaitu pemindahan risiko dari peserta/tertanggung ke perusahaan/penanggung sehingga terjadi pula transfer of fund yaitu pemindahan dana dari tertanggung kepada penanggung. Sebagai konsekwensi maka kepemilikan dana pun berpindah, dana peserta menjadi milik perusahaan asuransi.

Secara garis besarnya baik Bank maupun Asuransi sama2 menghimpun/memindahkan dana masyarakat (tertanggung) dengan memberikan keuntungan dari hasil dana tersebut. Keuntungan lebih dalam asuransi adalah atas jiwa maupun kesehatan tertanggung yang memiliki dana tersebut di proteksi sesuai dengan usia tertanggung di kemudian hari.

Untuk jangka waktu pendek (short term) peranan Bank sangat diperlukan sekali, dimana dana yang tersimpan dapat dicairkan kapan saja sesuai dengan keperluan. Sedangkan untuk jangka waktu panjang (long term) inilah peranan Asuransi dibutuhkan dengan melakukan proteksi terhadap kemungkinan2 yang tidak diharapkan dan mungkin terjadi.

Dalam usia yang masih energik ini dengan memiliki potensi dan prestasi yang tinggi, seharusnya kita mulai merencanakan keuangan serta bekerja keras untuk menyambut masa tua (pensiun) dengan cerah dan menikmati hasil dengan memberikan kebahagiaan tersebut kepada orang lain dan bukan malah sebaliknya. Namun sayang kalimat yang sering kita dengar dari mereka yang menunda2 dalam merencakan keuangan adalah : “khan ada uang pensiun dari kantor nantinya !”, kalimat lainnya : “saat ini aku sehat kok !”. Padahal kalau kita jujur, uang pensiun per-bulan yang diberikan tersebut sungguh sangat jauh dari jumlah yang sejahtera, apalagi memiliki harapan untuk hidup mapan dengan hanya mengandalkan uang pensiun. Belum lagi apabila menderita penyakit kritis akan memerlukan biaya yang besar.

Dalam usia 20 s/d 30 tahun seringkali kita mengabaikan perencanaan keuangan, padahal di usia inilah merupakan saat yang paling tepat. Untuk itu strategi dan langkah yang harus kita persiapkan adalah :

  1. Menetapkan tujuan dan impian
  2. Mengenal karakter diri
  3. Menambah pengetahuan mengenai keuangan
  4. Disiplin dan tanggap terhadap perubahan
  5. Membangun Network (jaringan) yang bagus dan kuat

Dalam melakukan perencanaan tersebut secepatnya kita harus memiliki :

  1. Program Asuransi yang besaran preminya sesuai dengan kemampuan kita saat ini. Perlu diingat, semakin besar premi yang kita setor maka semakin besar pula manfaat yang akan kita peroleh.
  2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang dijalankan Pemerintah dengan percepatan pensiun s/d umur 45 tahun.
  3. Pensiun Lumpsum. Sebagian besar Perusahaan banyak yang menjalankan program ini untuk karyawannya dan biasanya Perusahaan tersebut yang membeli preminya untuk memberikan manfaat dikemudian hari bagi karyawannya.

Kadang kita sulit mengatasi kelemahan yang ada dari diri kita sendiri, seperti rasa sungkan atau sangat percaya diri sendiri yang seakan tidak ada ruang lagi atau menutup bagi orang lain untuk memberikan advice. Jangankan untuk bertemu….. meluangkan waktu selama 5 menit maupun mempelajari “produk baru” tersebut saja, kita sudah antipati sekali dan langsung menutup celah2 yang mungkin dapat dimasuki pemberi advice tersebut. Kita terkadang lupa bahwa banyak kesempatan maupun rezeki yang (mungkin) dapat kita peroleh dari sana.

Untuk itu mari merencanakan hidup dengan memiliki penghasilan yang lebih baik dengan melakukan proteksi diri menyambut masa pensiun yang cerah dan bahagia…… amin.

06 October 2009

Buah Hati Tercinta

Dalam bulan Ramadhan tahun 2009 yang bertepatan dengan ulang tahun anak kami tercinta, ‘Aisyah Donita Minha Harahap yang ke-8 tahun, saya teringat 9 tahun lalu juga di bulan Ramadhan saya mempunyai niat yang kuat untuk memperbanyak ibadah serta mempertebal iman kepada Allah SWT, dengan tidak lupa memohon ma’af kepada Orang Tua, Mertua, Saudara2 maupun seluruh Sahabat dan Teman2.

Dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan tahun 2000 tersebut pun sangat terasa nikmat dengan melakukan Tarawih berjamaah, mendirikan Sholat Tahajjud setiap malam, membaca Al-Qur’an serta Hadits dan menjalankan Sholat Subuh berjamaah di Masjid2. Dalam setiap do’a, saya terus memohon kepada Allah SWT untuk memberikan keturunan kepada kami berdua yang selama 2 tahun lebih sangat kami idam-idamkan.
Dan Alhamdulillah memasuki Hari Raya kedua di bulan Syawal, istri pun merasakan keanehan dalam perutnya dan setelah diperiksakan di RS. Asih, Jakarta ternyata Istri saya dalam keadaan positif hamil…. Subhanallah…. akhirnya Allah mengabulkan do’aku, terima kasih Yaa Allah….

Dengan penuh kasih sayang kami menjaga calon bayi kami dan saya pun telah memiliki 3 (tiga) nama yang akan diberikan kepada bayi kami nantinya :
- Muhammad Abdurrahman Irvinsyah Harahap ,
- ‘Aisyah Donita Harahap,
- Ibrahim atau Az-Zahra (apabila kembar).

Selama mengandung anak kami, istri saya sama sekali tidak mengalami hal-hal atau permintaan yang aneh-aneh selayaknya orang mengandung…. Subhanallah.

Setelah kandungan berusia 7 (tujuh) bulan dilakukan USG dan menurut Dokter Kandungan, Arie Dodoh di RS. Asih bahwa bayi kami nantinya diperkirakan adalah Laki-laki. Mendengar hal tersebut, maka saya mempersiapkan seluruh perlengkapan yang bernuansa laki-laki dari kopor yang telah saya persiapkan terlebih dahulu apabila istri melahirkan hingga tempat tidurnya.

Tgl. 11 September 2001, seluruh perhatian dunia tertuju pada peristiwa rubuhnya menara kembar, World Trade Centre di Amerika Serikat dan kami pun mengikuti perkembangan berita tersebut hingga pada tgl. 13 September 2001, istri terus mondar-mandir kamar mandi (yang terdapat dalam kamar) dalam skala yang terlalu sering. Saya penasaran dan memeriksa (mohon ma’af) celana dalam istri saya yang basah seperti air ketuban. Dengan kopor yang telah saya persiapkan sebelumnya, kami pun langsung menuju RS. Asih jam : 00.00. Seluruh keluarga : Papa, Kedua Mertua, Adik2, Ipar2 datang ke RS. Asih menunggu kelahiran “buah hati” kami.

Allah SWT memberikan kepada istri saya kemudahan dalam proses melahirkan tersebut dan saya selalu berada disampingnya dan melihat seluruh proses kelahiran anak kami yang tepat hari Jum’at, jam : 07.30 tgl. 14 September 2001 (yang ternyata perempuan) yang cantik ke dunia ini. Saya pun langsung adzan ke telinga bayi saya yang telah saya beri nama ‘Aisyah Donita Minha Harahap, yang memiliki arti :

‘Aisyah : istri Rasulullah yang pintar dan cantik
Donita : penggabungan nama kami berdua, Irdon dan Vinita
Minha : kependekan dari Minallaha yang artinya : kembali kepada Allah
Harahap : merupakan marga saya menurut Adat Mandailing

Sedangkan nama panggilan "Onny" diambil dari nama kecil alm. Mama, Yulinar Sari Madonny Nasution yang senang dipanggil dengan sebutan Onny dan diharapkan mengikuti perilaku dan sifat yang baik dari Mama, semasa hidupnya selalu ceria, membantu dan menyayangi orang lain.

Abu Rafi’ Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan : “Aku melihat Rasulullah memperdengarkan adzan pada telinga Hasan bin Ali ketika dilahirkan Fatimah” [HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi].

Hikmahnya : supaya adzan yang berisi pengagungan Allah dan dua kalimat syahadat itu merupakan suara yang pertama kali masuk ke telinga bayi. Juga sebagai perisai bagi anak, karena adzan berpengaruh untuk mengusir dan menjauhkan syaitan dari bayi yang baru lahir, yang ia senantiasa berupaya untuk mengganggu dan mencelakakannya.

Termasuk hak seorang anak terhadap orangtua adalah memberi nama yang baik.

Diriwayatkan dari Wahb Al Khats’ami bahwa Rasulullah SAW bersabda : ”Pakailah nama nabi-nabi dan nama yang amat disukai Allah Ta’ala yaitu Abdullah dan Abdurrahman, sedang nama yang paling manis yaitu Harits dan Hammam, dan nama yang sangat jelek yaitu Harb dan Murrah”. [HR. Abu Daud An Nasa’i].

Dalam kesempatan tersebut saya minta kepada Dokter Arie Dodoh untuk mengkhitankan anak saya yaitu memotong bagian kulit yang menonjol di atas pintu (maaf) vagina seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah bersabda : “Fitrah itu lima : khitan, mencukur rambut kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak”. [HR. Al-bukhari, Muslim]. Khitan wajib hukumnya bagi kaum pria, dan nustahab (dianjurkan) bagi kaum wanita.

Tidak habis-habisnya saya mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia yang tidak ternilai harganya bagi kami. Memasuki 7 (tujuh) hari kelahirannya kami melakukan Aqiqah yaitu menyembelih kambing sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Salman bin Ammar Adh Dhabbi, Rasulullah bersabda :

“Setiap anak membawa aqiqah, maka sembelihlah untuknya dan jauhkanlah gangguan darinya” [HR. Al Bukhari]. Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, bahwa Rasulullah bersabda : “Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sebanding, sedangkan untuk anak perempuan seekor kambing”. [HR. Ahmad dan Turmudzi].

Kami pun mencukur rambut bayi kami dan bersedekah emas/perak seberat timbangan. Hal ini memiliki banyak faedah, yaitu : dapat memperkuat kepala, membuka pori-pori di samping memperkuat indera penglihatan, pendengaran dan penciuman. (Abdullah Nasih Ulwan, Tarbiyatul Auladfil Islam, juz 1.) Bersedekah perak seberat timbangan rambutnya pun mempunyai faedah yang jelas. Diriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad, dari bapaknya, katanya : “Fatimah Radhiyalllahu ‘anha menimbang rambut Hasan, Husein, Zainab dan Ummu Kaltsum; lalu ia mengeluarkan sedekah berupa perak seberat timbangannya”. [HR. Imam Malik dalam Al Muwaththa’].

Kini anak kami telah berusia 8 (delapan) tahun dan kami selalu berdo’a kepada Allah SWT semoga anak kami menjadi anak yang soleha, bertaqwakal dengan menjalankan seluruh perintah Allah SWT serta menjalankan Hadits Rasulullah SAW, sayang dan berbakti kepada kedua orangtuanya serta sayang dan menyambung silaturrahim dengan seluruh Keluarga maupun sesama…… amin.

Di ulang tahun Onny ini kami hanya mengundang keluarga dekat seperti : Orang Tua, Mertua, Ipar dan tetangga terdekat dengan rumah kami yang sebelumnya pada pagi harinya kami mengajarkan anak kami untuk bersilaturrahim ke rumah yatim piatu di daerah Cibubur.

Dan alhamdulillah acara sederhana berjalan sesuai yang diharapkan dengan wajah ceria yang selalu ada dalam buah hati kami tercinta.