10 April 2010

Guru….. Terima Kasih Atas Segala Jasamu Kepadaku

Islam menghargai peran guru sebagai profesi sangat mulia. Bahkan posisi guru seringkali diibaratkan seperti posisi peran para nabi yang mengajarkan ilmu kepada pengikutnya. Karenanya, guru dalam pandangan Islam berperan sebagai penyampai ilmu yang benar (mu’allim), pengembang proses pendidikan (murabbi), penitip pelajaran dan kemahiran (mudarris), pengajar budi pekerti (mu’adib), dan pembentuk jiwa kepemimpinan (mursyid).

Peranan tersebut membuat eksistensi guru selalu relevan dengan perkembangan zaman. Namun peran guru yang demikian strategis terkadang tak setara dengan penghargaan yang diperoleh. Meski telah berkorban menyelamatkan masa depan bangsa, mereka kerap hidup termarginalisasi dari keputusan politik dan persepsi masyarakat yang kurang berpihak pada nasib guru.

Tak seorang pun politikus, ahli ekonomi, ilmuwan, pedagang, atau pengangguran sekalipun menapaki kehidupan tanpa jasa guru. Sudah sepatutnya kita harus lebih cerdas dalam menghargai jasa guru dan mampu berempati dengan nasib mereka. Profesi guru perlu dihargai, bukan sebatas pemenuhan kebutuhan aktual manakala disaat kita sedang dididik oleh mereka, melainkan harus menjadi ketulusan sepanjang masa yang lahir dari hati nurani setiap orang merasa pernah mengenyam pendidikan.

Dalam hal demikian, saya berusaha memulai menyambung kembali tali ikatan silaturrahim dengan semua guru yang telah mendidik saya dari TK hingga meraih title Sarjana Hukum Perdata saya. Walaupun masih dalam kapasitas yang sangat kecil dengan memulai sejak awal tahun 2010 ini saya berusaha untuk membagi perhatian, rezeki dan berempati pada nasib guru yang sebagian besar sudah pensiun maupun telah berpulang kepada Allah SWT. 

Wahai guru-guru... maafkan saya yang selama ini telah melupakanmu dan tidak sepatutnya saya berbuat demikian kepadamu. Yaa Allah… ampunilah dosa-dosa guru saya dan cucurilah rahmat untuk mereka atas semua jasa yang telah diberikan kepada saya. 

Jari tangan ini pun terhenti ketika tetesan air mata mulai mengalir di wajah teringat akan begitu besarnya jasa mereka. Dengan mengadahkan tangan keataslah aku hanya mampu memohon dan berdo’a kepada Allah SWT agar "mereka" selalu diberikan kemuliaan baik di dunia maupun di akhirat kelak…. amin.