19 November 2010

Musyrik (Kisah Nyata)

Masih ada juga manusia di dunia ini yang percaya akan adanya kekuatan lain selain Allah ‘Azza Wa Jalla. Dan peristiwa pada malam Jum’at tgl. 18 November 2010 adalah merupakan kisah nyata saya bersama Sahabat saya, Eko Budi Mahasetyawan.

Begini ceritanya…

Sudah 2 bulan tagihan maupun mobil milik Sahabat saya tersebut tidak ketahuan rimbanya dan setelah kami memperoleh petunjuk dari seseorang (sebut saja namanya Agus) mengenai keberadaan mobil dan orang (sebut saja Eyang Putri) yang bertanggungjawab atas mobil tersebut, kami pun langsung menuju kesana…. daerah Jagakarsa.

Selepas ba’da sholat Maghrib akhirnya kami tiba di rumah yang memiliki pekarangan yang sangat luas dan berada sangat terpencil di daerah tersebut. Pintu pagar yang sangat tinggi dan terbuat dari besi tebal membuat jari tangan ini terasa sakit bila mengetuk pintu tersebut yang seakan tanpa penghuni. Kami pun menelepon Agus dan menanyakan posisi dirinya…

Hampir 2 (dua) jam kami menunggu diluar dan Agus pun belum menampakkan dirinya. Dalam situasi menunggu tersebut, kami mengorek informasi mengenai keberadaan rumah beserta isi rumah tersebut yang ternyata merupakan rumah kontrakan yang disewa setiap bulannya sebesar Rp. 20 juta.

Dari penuturan tetangga tersebut, Eyang Putri memiliki ilmu yang dapat menaklukkan hati orang… dan kerugian orang2 yang telah ditipu oleh Eyang Putri sudah mencapai lebih dari  Rp. 2 Milyar. Setiap Debt Collector yang datang untuk menagihnya selalu gagal karena ilmu yang dimiliki oleh Eyang Putri. Namun sebulan yang lalu beberapa Debt Collector berhasil membuat Eyang Putri tersebut terdesak yang akhirnya terpaksa menenggak botol “obat nyamuk” dan harus dilarikan ke rumah sakit. Setelah itu keberadaan Eyang Putri sangat sulit dilacak.

Sambil mendengarkan tetangga tersebut bercerita dan tanpa terasa waktu sudah berjalan 2 jam… usus dalam tubuh kami mulai memamerkan dirinya untuk mendapatkan perhatian dan kami pun mencari restoran terdekat untuk memberikan bekal yang memadai kepada usus kami. Selepas dari restoran kami mencoba mendatangi rumah Agus yang berkisar 300 m dari rumah Eyang Putri tersebut.

Sesampai di rumah Agus, kami bertemu dengan istrinya yang juga sangat mengetahui keberadaan mobil tersebut namun tidak mengetahui kondisi terakhir. Kami pun meminta tolong kepada Beliau untuk memberitahukan kepada kami mengenai keberadaan mobil tersebut.

Dalam perjalanan menuju pulang… tiba2 HP Eko berbunyi… dan Agus menelepon bahwa kami ditunggu di rumah Eyang Putri.. Pintu pagar besi yang kokoh tersebut telah dibuka dan didalamnya telah menunggu Agus dan 4 orang lagi yang juga “tertipu” oleh Eyang Putri.
Kami pun ditanya oleh Agus apakah menunggu diluar atau bersama mereka masuk ke rumah Eyang Putri….. kami sepakat bahwa kami harus masuk menemui Eyang Putri.

Memasuki pekarangan rumah yang menuju ke kolam renang… bau kemenyan pun sangat terasa mampir ke hidung kami dengan suasana yang hanya diterangi oleh lampu Handphone. Suara merdu katak terdengar dalam kolam renang tersebut yang sepertinya sudah tidak terawat lagi. Bulu kudukku mulai berdiri seakan ada kesan magis di area tersebut, apalagi disaat kami berada di teras rumah Eyang Putri yang terkunci dengan suasana rumah yang sangat gelap gulita.

Kami mencoba menelusuri rumah tersebut yang tersambung dengan rumah anak angkat Eyang Putri dibelakangnya… memasuki jalan penyambung ke rumah anak angkatnya (sebut saja : Ani) kembali aroma kemenyan menusuk hidung kami.

Sepanjang kami tanyakan, Ani selalu berkilah bahwa dirinya sudah tidak pernah lagi bertemu dengan Eyang Putri (sejak dirawat di Rumah Sakit), namun bulu kuduk kami kembali berdiri dan seakan dari rumah Eyang Putri seakan ada yang melihat kami yang sedang bertanya kepada anak angkatnya… tapi yang sangat menarik perhatian kami adalah seekor kucing ?!

Kucing tersebut seperti ketakutan dan tidak bergerak sama sekali (kaku) dengan posisi badan menyerupai manusia apabila tidur dalam posisi berbaring. Sahabat saya, Eko mencoba menaruh kucing tersebut ke arah rumah Eyang Putri hingga 3 kali….. dan kucing tersebut selalu berbelok dan terus mengeong2 ke arah yang tidak menentu…

Kami (bertujuh) berunding mencari jalan keluar untuk mencari keberadaan Eyang Putri tersebut dan terus mendesak anak angkatnya. Salah satu dari kami mencoba menyita seluruh benda yang ada dan akan memenjarakan anak angkatnya… Saya mencoba menyampaikan bahwa perbuatan tersebut kurang baik karena akan menimbulkan permasalahan baru yaitu pencurian dan penculikan. Saya mencoba menyarankan agar kami segera menghubungi Polisi setempat agar proses tersebut sesuai dengan koridor hukum yang berlaku di Negara ini.

Salah satu dari kami tersebut yang telah tertipu sebesar Rp. 450 juta tersebut terkesan emosi dan ingin memenjarakan semua orang yang berada di rumah tersebut apabila tidak memberitahukan kepada kami mengenai keberadaan Eyang Putri.

Saya mencoba menanyakan kepada Ani agar segera memberitahukan keberadaan Eyang Putri dan membuka rumah Eyang Putri tersebut agar kami dapat bertemu karena kembali aroma kemenyan mampir ke hidung kami dan seakan kami merasakan “ada sesuatu” hadir bersama kami.

Sekilas mengenai kemenyan :

Kemenyan atau Dupa biasanya dipergunakan untuk memberi aroma tertentu pada ruangan. Kemenyan sangat unik karena memiliki aroma has yang tidak dimiliki benda lain dan ketajaman aromanya mampu menembus puluhan bahkan ribuan kilometer jauhnya, beda dengan aroma-aroma lainnya. Bahan kemenyan berasal dari getah pohon hutan yang juga disebut pohon kemenyan. Getah kemenyan mengandung asam sinamat sekitar 36,5 persen yang banyak digunakan untuk industri farmasi, kosmetik, rokok, obat-obatan, bahkan dapat menjadi pelengkap dalam ritual tertentu.

Pohon Kemenyan merupakan sejenis tumbuhan yang terdapat di hutan Indonesia, Malaysia serta di negara-negara ASEAN yang lain. Nama botaninya Styrax benzoin Dryand termasuk famili Stryraccaceae dari ordo Ebeneles, di Sumatera Utara (Medan) bahasa Bataknya disebut HAMINJON.

Untuk menimbulkan aroma khas maka kemenyan harus dibakar terlebih dahulu agar aromanya dapat tercium. Dan asap kemenyanlah yang mampu menembus hingga ribuan kilometer. Dan kalau kita berbicara tentang aroma asap kemenyan tentu bulu roma kita sedikit bergidik, karena dari zaman dahulu kala aroma asap kemenyan kerap dijadikan komoditi ritual mistis dari berbagai etnis bahkan aroma kemenyan ada yang menyebutkan identik dengan aroma kehadiran makhluk halus.

Dengan memanfaatkan aroma asap kemenyan mampu menghadirkan berbagai mahluk jin dan sebagainya. Karena aroma asap yang dilapal suatu mantera akan merubah kemenyan dapat dijadikan makanan jin juga dapat dijadikan sebagai sarana pos/surat penyampaian atau kotak pesan ke alam lain/alam jin….. wallahu a'lam

Kembali ke rumah Eyang Putri…… melihat mereka akan dijebloskan ke penjara… tiba2 penunggu rumah tersebut menyampaikan bahwa dirinya memiliki beberapa kunci untuk membuka rumah Eyang Putri… kami pun langsung menuju kesana.

Pintu utama rumah tersebut akhirnya terbuka dan setelah lampu dihidupkan terlihat bahwa rumah tersebut memiliki 3 (tiga) kamar :

Kamar Pertama : Ruang Tidur Eyang Putri

Dalam kamar tersebut sangatlah tidak nyaman untuk diri kami… terdapat 1 buah kursi yang sandaran sangat tinggi dengan 2 (dua) buah foto besar : Tjut Nyak Dien dan Ibu Tien Soeharto dengan 2 (dua) buah payung (seperti penganten Jawa), sebuah tempat tidur, beberapa keris yang tersimpan dalam lemari dan tempat dengan sisa dupa yang masih terbakar.

Kamar Kedua : (masya Allah !) 2 (dua) buah peti mati

Allah SWT berfirman : “Dan barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping (menyembah) Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung”. [QS. Al-Mu’minun : 117].

Musyrik adalah orang yang melakukan dosa syirik (berasal dari kata syarikah : persekutuan) yaitu mempersekutukan atau membuat tandingan hukum atau ajaran lain selain dari ajaran/hukum Allah. Syirik adalah akhlak yang melampaui batas aturan dan bertentangan dengan prinsip tauhid yaitu dengan mengabdi, tunduk, taat secara sadar dan sukarela pada sesuatu ajaran / perintah selain dari ajaran Allah.

Kamar Ketiga : tidak bisa dibuka

Kami tidak berani untuk membuka paksa kamar tersebut karena diluar koridor hukum yang berlaku di Indonesia dan hanya kamar tersebut-lah kemungkinan Eyang Putri berada atau melakukan ritualnya… wallahu a'lam, karena :

1.    Tidak mungkin dupa/kemenyan tersebut dapat terbakar sendiri
2.    Keanehan2 lainnya diluar nalar kami

Hai manusia ! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan air hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui”.  [QS. Al-Baqarah : 21-22]


Hingga saat ini kami belum memperoleh informasi mengenai keberadaan Eyang Putri tersebut dan mobil milik Sahabat saya…
Post a Comment