27 February 2011

Ketika Hidup Harus Memilih

Impian menjadi kenyataan adalah keinginan semua makhluk di dunia ini. Demikian pula halnya dengan diri ini… impian untuk bekerja dan tinggal di daerah Jawa Tengah sudah merupakan impian dan keinginan sejak tahun 2004 (saat itu bersama keluarga membedah pulau Jawa).

Akhirnya impian itu pun terwujud di bulan Februari 2011… Hari demi hari dilalui seperti biasanya, namun memasuki minggu ke-2… permasalahan itu pun timbul…

Jiwa profesionalisme pun tidak dapat terealisasi melihat kondisi kesehatan Papa yang semakin menurun dan seakan menuntut saya untuk selalu berada dekat di sisi Papa, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran : “Dan Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung dan menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai 40 (empat puluh) tahun, dia berdo’a, “Ya Allah, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim”. [QS. Al-Ahqaf : 15]


"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". [QS. Al-Isra’ : 23-24]

Konsentrasi menjadi terpecah saat ini (diperkirakan) Papa mengalami MDS  (Myelodysplastic Syndrome) atau dikenal pula dengan nama pre-leukemia yaitu tidak produktifnya sel darah dalam tubuh. Pasien dengan MDS (gangguan para sindrom Myelodysplastic dalam sel induk sumsung tulang) sering mengalami anemia berat dan sangat sering memerlukan transfusi darah. Hal ini sudah dialami Papa sejak dilakukan transfusi darah pertama kali di bulan September 2010 dan setiap bulannya hingga saat ini. 
Dalam MDS, Hematopoiesis (produksi darah) menjadi kacau dan tidak efektif. Jumlah dan kualitas sel darah menurun dan membentuk ireversibel, selanjutnya merusak produksi darah.
(kisah sebelumnya lihat à http://irsyahar.blogspot.com/2010/09/papa.html)

Kebanyakan kasus, penyakit ini secara bertahap semakin memburuk dan pasien mengalami Cytopenias (jumlah darah rendah) karena kegagalan sumsum tulang progresif. Sekitar sepertiga pasien dengan MDS, penyakit ini berubah menjadi Leukemia Myelogenous akut (AML). 

Semakin hari pikiran menjadi tidak menentu seakan hidup harus memilih : pekerjaan atau orang tua ? Hal serupa pernah dirasakan dalam :
-       Tahun 1998 : promosi jabatan di Bank atau menjaga orang tua (Mama) di Rumah Sakit.
-       tahun 2008 : tetap berkarir di Bank atau mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.

"Tiada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu". [QS. At-Taghabun : 11]

Sebuah keputusan yang amat sangat teramat sulit tetapi tetap harus memilih… dan saya pun meminta pendapat dari para Habib, Ustadz hingga orang “arif”, agar saya benar-benar mantap  dalam memutuskan masalah ini. Keputusan itu menjadi bulat dan sangat yakin untuk lebih memilih orang tua adalah setelah membaca riwayat :

Abdullah bin Amru RA dikatakan : “Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW meminta supaya diizinkan turut berperang. Rasulullah bertanya : “Masih hidupkah kedua orang tuamu ?” Dia menjawab : “Ya (masih hidup)!”  Rasulullah SAW bersabda : “Hendaklah engkau berjihad, untuk kebaikan keduanya”.

Abdullah bin Amru bin Ash RA menceritakan pula : “Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW dan mengatakan : ”Saya berjanji setiap kepada engkau untuk berhijrah dan jihad (perjuangan). Saya mengharapkan memperoleh pahala dari Allah.” Rasulullah SAW bertanya  : ”Adakah salah seorang dari kedua orang-tuamu masih hidup ?” Jawab laki-laki : ”Ya, bahkan keduanya (masih hidup).”  Rasulullah SAW berkata : “Engkau mengharapkan memperoleh pahala dari Allah ?” Jawab laki-laki : “Ya !” Rasulullah SAW bersabda : “Pulanglah kembali kepada ibu bapakmu dan pergaulilah keduanya dengan baik !”
 
Abu Hurairah RA menuturkan bahwa “Rasulullah SAW bersabda : “Orang itu celaka ! Sekali lagi orang itu celaka ! Sekali lagi orang itu celaka !” Ditanyakan : ”Siapakah orang itu ya Rasulullah?” Rasulullah bersabda : “Siapa yang mendapati ibu bapaknya ketika berumur sangat tua, salah seorang diantaranya atau kedua-duanya, kemudian orang itu tidak masuk ke dalam surga (karena tidak melayani ibu bapaknya yang telah tua tersebut)”.

Insya Allah dengan keputusan saya ini… Allah memberikan rahmat dan karunia buat saya dan semoga Allah dapat mengangkat penyakit Papa dan kembali sehat seperti semula.