28 April 2011

Hidup Sederhana


Entah kita menyadari atau tidak... kadang-kadang kita sering membuang-buang uang demi kepentingan konsumtif dan bahkan gengsi. Coba kita perhatikan... begitu banyaknya Mall atau pusat perkantoran yang memanjakan para konsumennya untuk segera merogoh kocek demi memuaskan kebutuhan dan lebih parah lagi... sudah menjadi trend (dalam sebagian masyarakat) bahwa Resepsi Pernikahan harus megah dan kalau tidak menyinggung diatas angka Rp. 1 Milyard, terlihat kurang bonafid... bahkan media (dengan gaya marketingnya) sering mengumbar kalimat : Pernikahan Termegah Tahun atau Abad Ini... masya Allah ! Ada gejala apa dalam diri kita ?!

Sudah tertutupkah nurani kita terhadap sesama kita yang selalu berjuang dan  mereka bahkan sering berebut satu suap nasi dengan kucing di dalam tempat sampah ? Pernahkah kita menempatkan diri kita, apabila kita berada dalam posisi mereka ?

Dalam kesempatan lain, dengan bangganya kita menjadi bagian dari kegiatan-kegiatan sosial demi gengsi agar dapat dikenal dalam masyarakat, sehingga diliput oleh media maupun televisi... begitu kasihan dan hinanya diri kita yang hidup dengan kemunafikan.

Mari kita lihat bagaimana sederhananya kehidupan pribadi Rasulullah dan para Sahabat...


Rumah Rasulullah SAW
Hidup Rasulullah SAW dan para Sahabat adalah cerminan hidup yang menggambarkan kesederhanaan. Meninggalkan kemegahan dunia, tidak tamak dan bagi mereka yang paling penting dalam hidup ini adalah taqwa dan amal shaleh, bukan harta dan kenikmatan. Rasulullah SAW tidur di atas tikar. Jika bangun, tikar tersebut membekas di punggung beliau. Para Sahabat menawarkan, "Wahai Rasulullah, maukah kami buatkan alas untukmu ?"  Beliau menjawab, "Apa urusannya dengan dunia ? Di dunia ini aku seperti pengembara yang berteduh di bawah pohon, lalu istirahat sebentar dan meninggalkannya". 

Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa pada suatu hari, Rasulullah SAW keluar dari rumahnya. Beliau menjumpai sahabat Abu Bakar dan Umar ra. Rasulullah SAW bertanya kepada keduanya : ‘Apakah yang menyebabkan kalian berdua keluar dari rumahmu pada saat seperti ini ?’ Mereka pun menjawab : ‘Ya Rasulullah, rasa laparlah yang menjadikan kami keluar rumah.’ Mendengar jawaban keduanya, Rasulullah SAW bersabda : ‘Dan sungguh.. demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya... karena rasa lapar pula aku keluar rumah, maka mari ikutilah aku.’  Keduanyapun mengikuti langkah Rasulullah SAW menuju ke rumah salah seorang sahabat dari kaum Anshar (penduduk asli Madinah). Akan tetapi sahabat yang dituju sedang tidak sedang berada di rumah. 

Istri pemilik rumah menyaksikan kehadiran Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya dan berkata : ‘Selamat datang !’ Rasulullah SAW bertanya kepadanya : ‘Di manakah suamimu ?’ Wanita itu menjawab : ‘Ia sedang mengambil air untuk kami. ’ Tidak begitu lama, sahabat pemilik datang dan tatkala ia menyaksikan Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya, ia langsung berkata, ‘Subhanallah (Segala puji hanya milik Allah)... hari ini, tiada orang yang kedatangan tamu yang lebih mulia dibanding tamuku.’  Dan tanpa pikir panjang, ia segera menghidangkan setangkai kurma muda, kurma yang telah kering dan kurma yang baru masak, lalu ia mempersilakan Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya untuk makan. Bukan hanya itu, ia bergegas mengambil sebilah pisau. Menyaksikan perbuatan sahabatnya ini, Rasulullah SAW bersabda :  ‘Jangan engkau sembelih kambing yang sedang menyusui’.  Tidak lama kemudian Rasulullah SAW dan seluruh sahabatnya menyantap buah kurma dan daging kambing sembilihannya tersebut, hingga kenyang. Seusai menyantap hidangan itu, Rasulullah SAW bersabda kepada sahabat Abu Bakar dan Umar, ‘Sungguh, demi Allah yang jiwaku berada di Tangan-Nya, kelak di hari Kiamat, kalian akan ditanyakan tentang kenikmatan ini. Rasa lapar telah memaksa kalian untuk keluar rumah dan tidaklah kalian kembali ke rumah, kecuali setelah merasakan kenikmatan ini’”.   [HR. Muslim] 

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda :  “Kelak kedua kaki setiap hamba tidak akan beranjak, hingga ditanyakan tentang empat hal :
  1. Tentang umurnya : dipergunakan untuk mengamalkan apa ?
  2. Ilmunya : apa yang diperbuat dengannya ? 
  3. Harta bendanya : darimana diperoleh dan ke mana dibelanjakan ?
  4. Badannya : dipergunakan untuk mengamalkan apa ?” [HR. аt-Tirmidzi, ath-Thabrani]
Tidak mengherankan bahwa Islam telah mengajarkan kepada umatnya metode pembelanjaan harta yang benar. Di antara syariat tersebut ialah dengan menempuh hidup sederhana, jauh dari sifat kikir dan juga jauh dari sifat berlebih-lebihan. 

Al-Qurthuby al-Maliky berkata : “Ada tiga pendapat tentang maksud dari larangan berbuat israf (berlebih-lebihan) dalam membelanjakan harta :
  1. Membelanjakan harta dalam hal yang diharamkan dan ini adalah pendapat Ibnu Abbas.
  2. Tidak membelanjakan dalam jumlah yang banyak dan ini adalah pendapat Ibrahim аn-Nakha’i.
  3. Mereka tidak larut dalam kenikmatan, bila mereka makan, maka mereka makan sekadarnya dan dengan agar kuat dalam menjalankan ibadah dan bila mereka berpakaian, maka sekadar untuk menutup auratnya, sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Rasulullah SAW dan ini adalah pendapat Yazid bin Abi Habib.”
Selanjutnya, Al-Qurthuby menerangkan ketiga penafsiran ini dan berkata : “Ketiga penafsiran ini benar, karena membelanjakan dalam hal kemaksiatan adalah diharamkan. Makan dan berpakaian hanya untuk bersenang-senang, dibolehkan, akan tetapi bila dilakukan agar kuat menjalankan ibadah dan menutup aurat, maka itu lebih baik. Oleh karena itu, Allah SWT memuji orang yang melakukan dengan tujuan yang utama, walaupun selainnya adalah dibolehkan, akan tetapi bila ia berlebih-lebihan dapat menjadikannya pailit. Pendek kata, menabungkan sebagian harta itu lebih utama”. [Ahkamul Qur’аn oleh al-Qurthuby, 3/452]

"Tidak bakal susah orang yang hidup sederhana" [HR. Ahmad]. Hadist ini hanyalah salah satu dari sekian banyaknya sabda Nabi yang menyerukan pentingnya hidup sederhana. Dan, prinsip kesederhaan ini tidak hanya terucap melalui kata-kata tetapi juga dalam keseharian Beliau.

Baju Rasulullah SAW
Perabotan dan perkakas rumah Beliau amatlah sedikit. Kadangkala beliau tidur di atas tikar atau kulit. Beliau memiliki sebuah bejana kulit untuk berwudhu, serta satu atau dua helai pakaian dan selendang. Yang satu dipakai sehari-hari, sementara yang satunya lagi untuk menemui tamu dan utusan. Rasulullah SAW menjauhi dunia walau ada yang memberinya jubah atau baju. Misalnya, menolak baju pemberian Usamah bin Zayd. Di akhir hayatnya Rasulullah SAW mengenakan pakaian yang terbuat dari kain yang kasar dan terdapat tambalannya. Hal itu ditunjukkan oleh 'Aisyah kepada para sahabat sambil menunjukkan pakaiannya. 

Rasulullah SAW jarang membakar daging atau memasak di rumahnya. Dari situlah para Sahabat belajar tentang kesederhanaan Rasulullah Saw. Sederhana dan tidak terlalu mengistimewakan dunia adalah pola hidup terbaik. Karena Allah SWT meridhainya untuk mereka. Jika kehidupan terbaik terwujud dalam kekayaan dan kenikmatan, tentu Allah SWT tidak akan meridhainya untuk Nabi.

Subhanallah... begitu sederhananya Rasulullah SAW meski Beliau adalah seorang pemimpin. Mampukah kita meneladani kesederhanaannya ?

15 April 2011

Maraknya Ghibah di Stasiun Televisi

Adakah tayangan yang layak di tonton saat ini di Televisi ? Pasti akan sangat sulit sekali untuk ditemukan. Pertanyaan lainnya : adakah tayangan televisi yang tidak pantas ditonton ? Berbagai macam judul program televisi akan terlintas dibenak kita ! 

Sudah sangat parahkah ?

Ironisnya… setiap program televisi maupun media berlomba menyuguhkan ke pemirsa dengan menayangkannya. Belum lagi tayangan pornografi dan pornoaksi yang kian hari makin mewabah, menjangkiti pikiran dan perilaku masyarakat. Sementara tidak ada Televisi Islam Nasional yang dapat menjangkau atau terbatas dalam penyajian acaranya ke seluruh lapisan masyarakat, yang menyebarkan ajaran dan nilai-nilai Islam untuk menandingi tayangan-tayangan tidak bermanfaat tersebut, serta sebagai media informasi alternatif bagi kaum muslimin.

Diantara sekian banyak materi tayangan yang disuguhkan, terdapat sebuah acara yang tidak pernah surut dan selalu menjadi trend dalam meraup keuntungan… acara yang selalu dinantikan oleh pemirsanya (yang mungkin mayoritas adalah wanita) yaitu : acara Gosip.

http://cahayacinta.com/wp-content/uploads/2010/01/mengumpat-2-300x268.jpg
Gosip atau Menggunjing (ghibah) merupakan sesuatu yang umum sekarang ini. Lihatlah hampir disekitar kita, ghibah sering kita temui, seperti di : tukang sayur, salon, tempat kerja dll…. masya Allah.

Rasulullah SAW bersabda : apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan ghibah ? Para sahabat menjawab : "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui" Rasulullah bersabda : "Engkau menyebutkan sesuatu kejelekan yang ada pada saudaramu" para sahabat berkata : "wahai Rasulullah bagaimana jika apa yang dibicarakan tersebut ada padanya ? maka Rasulullah SAW bersabda : "Apabila apa yang ada padanya sesuai dengan apa yang engkau bicarakan maka engkau telah menggibahnya. Sedangkan apabila apa yang ada padanya tidak sesuai dengan apa yang engkau katakan maka engkau telah berdusta atasnya.”  [HR. Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi]

Allah berfirman : ”Wahai orang-orang yang beriman ! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim”. [QS. Al-Hujurat : 11]

http://st301207.sitekno.com/images/art_41408.jpg
Walaupun Mantan Ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Hasyim Muzadi pernah menegaskan bahwa tayangan infotainment ghibah atau gosip hukumnya haram (Fatwa haram tersebut berdasarkan hasil Musyawarah Alim Ulama NU di Surabaya, Juli 2006) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengharamkan tayangan infotainment untuk disaksikan, namun tetap saja tayangan tersebut masih marak di pertelevisian Indonesia. 


MUI ingin memberikan bimbingan dan petunjuk kepada semua masyarakat, pemerintah sebagai pengambil keputusan, termasuk infotainment. “Bukan infotainmentnya tapi kontennya. Yang didalamnya membuka aib, mensyiarkan yang tidak patut dilihat dan didengar masyarakat,” kata Ketua Bidang Fatwa MUI Ma’ruf Amin di Munas MUI, Grogol, Jakarta Barat, Rabu 28 Juli 2010.

Dilihat dari kaidah jurnalistik, infotainment memang bisa dikategorikan sebuah karya jurnalistik. Mereka melakukan reportase dilapangan, mewawancarai  narasumber, mengeditnya, kemudian menyiarkannya untuk khalayak ramai. Farid Gaban (2006), seorang jurnalis senior  dari kantor berita Pena Indonesia mempunyai pandangan menarik terkait tayangan infotainment ini. Dalam pandangannya, infotainment justru harus disebut sebagai karya jurnalistik agar bisa dinilai dengan standar dan prosedur jurnalistik. Namun dia kemudian menilai, dilihat dari standar dan prosedur jurnalistik tersebut, menurutnya infotainmnent yang ada secara umum merupakan produk jurnalistik yang buruk dan rendah kualitasnya (http://politikana.com/baca/2009/12/18/infotainmnent-tayangan-buruk-no-1.html)

Kalau kita cermati, pandangan Farid Gaban tersebut masuk akal. Ada beberapa catatan tentang kelemahan dari produksi sampai program infotainment ditayangkan ke publik.
  1. Di dalam dunia jurnalistik pertamakali yang harus dibangun adalah sumber berita berdasarkan fakta, sementara di dalam acara infotainment kerap sekali berita hanya berdasarkan gosip dan informasi yang simpang siur.
  2. Dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya, wartawan infotainment kerap memaksa nara sumber (artis) untuk angkat bicara, bahkan sampai menginap di  sekitar rumah para artis. Fenomena ini kerap menjadikan trauma tersendiri di kalangan artis. Maka wajar jika ada penilaian bahwa pekerja infotainment itu bukan wartawan, tetapi lebih mirip paparazzi.
  3. Wartawan infotainment kerap berdalih bahwa apa yang mereka lakukan itu sah-sah saja. Mencegat nara sumber, dan seenaknya memaksa nara sumber untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Ketika  tidak berhasil, sering terjadi pemaksaan disertai ancaman bahwa menghalang-halangi kerja peliputan bisa berurusan dengan hukum atas nama UU pers No 40 / 1999.
  4. Berkenaan dengan status kewartawanan, banyak yang masih mempertanyakan apakah awak infotainment layak disebut wartawan karena mereka tidak semua bekerja pada stasiun televisi tetapi karyawan sebuah production house.
  5. Terkait dengan muatan berita yang buruk dan layak dikategorikan sebagai berita sampah (junk news), misalnya terkesan asal tayang dan menyiarkan wawancara nara sumber yang tidak kompeten untuk berbicara di ranah publik.
Itulah keburukan infotainment..... apakah kita akan berdiam diri membiarkan tayangan buruk tersebut terus muncul di stasiun televisi  tanah air kita ? Bagaimana dengan generasi kita selanjutnya jika hal ini terus dibiarkan ?

“Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya sesama muslim, maka ALLAH SWT akan membelanya dari neraka kelak di hari Kiamat”.  [HR. Tirmidzi dan Ahmad]

“Muslim dengan muslim lainnya itu bersaudara, tidak boleh mengkhianati, mendustakan dan menghina. Setiap muslim dengan muslim lainnya haram kehormatan, harta dan darahnya. Taqwa itu disini ! (sambil Rasulullah SAW menunjuk pada dadanya). Cukup disebut seorang itu jahat jika ia mencaci saudaranya sesama muslim”.  [HR. Muslim]

05 April 2011

SMAN 4 Jakarta : The Real Meaning of Friendship (1986 - now)

Reuni SMAN 4 '89 (14 Juni 2014) di Menara 165, Jakarta
Begitu besarnya pengaruh teman terhadap eratnya jalinan persaudaraan. Teman shalih yang kemudian menjadi sahabat akan senantiasa menunaikan hak saudaranya, menjaga kehormatan saudaranya, saling menyayangi diantara mereka, saling menasehati dalam ketakwaan, tolong menolong dalam kebaikan dan saling mencintai.

Reuni SMAN 4 Jakarta ke-60 (3 April 2011) di Balai Sudirman, Jakarta
Dari Abu Musa al-Asy’ari, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya, perumpamaan teman baik dengan teman buruk, seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Adapun penjual minyak, maka kamu kemungkinan dia memberimu hadiah atau engkau membeli darinya atau mendapatkan aromanya. Dan adapun pandai besi, maka boleh jadi ia akan membakar pakaianmu atau engkau menemukan bau anyir”. [HR. Bukhari No.2101 dan Muslim No.6653]

Reuni SMAN 4 Jakarta ke-60 (3 April 2011) di Balai Sudirman, Jakarta
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.


Dalam persahabatan sering diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Reuni The BLITZer (III Bio 3) di rumah Rina (Apr 2014)
Rasulullah SAW bersabda, “Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kuberitahukan sesuatu yang akan membuat kalian saling mencintai?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tentu wahai Rasulullah”. Beliau bersabda, “Tebarkanlah salam di antara kalian.” [HR. Muslim N0. 54 dan Bukhari dalam Adabul Mufrad No.980]

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya dan tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.


Halal Bi Halal SMAN 4 '89 di Menara 165, Jakarta (Agt 2013)

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.


Vera 's birth at Bintaro, Jakarta (Jan 2011)
Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah memiliki begitu banyak Sahabat di dunia ini dan salah satunya adalah dengan memiliki sahabat di SMAN 4 Jakarta yang selalu erat dalam melakukan silaturrahim antar satu dengan lainnya, dengan bermacam agenda kegiatan yang dilakukan dengan niat ikhlas mencapai satu tujuan…… Silaturrahim.


Imam Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda : “Belajarlah tentang nasab-nasab kalian sehingga kalian bisa menyambung silaturrahim. Karena sesungguhnya silaturrahim adalah (sebab adanya) kecintaan terhadap keluarga (kerabat dekat), (sebab) banyaknya harta dan bertambahnya usia”.

Berbuka Puasa at Eko 's House, Benhil-Jakarta (Sept 2010)
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturrahim”. [HR. Bukhari]

Dari Abu Bakrah bahwa Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya keta’atan yang paling disegerakan pahalanya adalah silaturrahim. Bahkan hingga suatu keluarga yang ahli maskiat pun, harta mereka bisa berkembang dan jumlah mereka bertambah banyak jika mereka saling bersilaturrahim. Dan tidaklah ada suatu keluarga yang saling bersilaturrahim kemudian mereka membutuhkan (kekurangan)". [Imam Ibnu Hibban]
Reuni The BLITZer (III Bio 3) di Bakmi Ceker, Citos-Jakarta (Okt 2008)

Terima kasih Sahabat…..