08 June 2011

Cukuplah Kematian Sebagai Peringatan bag. 2

Sungguh ironis dunia pada saat ini… sebagian manusia berlomba-lomba menumpuk kekayaan yang terkadang diperoleh dengan cara “haram”, mencari kedudukan agar dapat menindas yang lemah, wanita bangga memamerkan tubuhnya demi memperoleh predikat “sexy”… masya Allah !

Mereka seakan lupa bahwa suatu saat mereka akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya kepada Allah SWT…  (tulisan terdahulu Lihat --> http://irsyahar.blogspot.com/2010/01/cukuplah-kematian-itu-sebagai-penasehat.html)

Akhir-akhir ini banyak diantara Saudara maupun Sahabat saya telah dipanggil oleh Allah SWT… baik berasal dari keluarga yang miskin maupun yang kaya. Banyak peristiwa dan kejadian yang terjadi semasa kehidupan mereka…. dan setelah menjadi mayat banyak juga diantara keluarga sama sekali tidak mengerti bagaimana mengurusi mayat Keluarga mereka tersebut.

Al-Qur’an dan Sajadah masih terbungkus rapih dalam lemari seakan ingin menyampaikan bahwa “mereka” (Al-Qur’an dan Sajadah) sering diabaikan oleh pemiliknya. Dan para wanita pun mulai sibuk mencari penutup kepalanya (jilbab) untuk memperlihatkan kepada pelayat bahwa mereka sangat mencintai Islam.

Memandikan, mengkafani dan memasukkan mayat kedalam liang lahat bukanlah hal baru bagi saya… namun hal tersebut semakin membuat diri ini yakin bahwa suatu saat (pasti) kematian akan terjadi pada diri saya. Sebagaimana dalam Firman Allah SWT : "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.  Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu".  [QS. Ali Imran : 185]

Dari Abu Hurairah ra, “Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW :  ‘Ya Rasulullah, sedekah apakah yang paling   utama ?’  Rasulullah SAW bersabda, ‘Bahwa engkau bersedekah ketika engkau masih sehat dan segar bugar, ketika masih memiliki kekayaan dan sangat khawatir terhadap kemiskinan dan jangan ditunggu-tunggu hingga napasmu sampai ke tenggorokan. Ketika itu engkau akan berkata, ‘Untuk si fulan sekian… untuk si fulan sekian. Padahal, harta tersebut sudah menjadi hak si fulan (ahli waris)“. [HR Bukhari]

Melimpahnya harta : rumah, mobil, saham, deposito, tanah, uang, dll  menjadi tidak bernilai jika kita sudah wafat. Semuanya ditinggalkan dan terserah kehendak ahli waris untuk diapakan harta tersebut.

“Jika mati seorang anak Adam maka putuslah segala amalnya, kecuali tiga perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang saleh yang mendoakannya“. [HR. Muslim]

Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya pahala orang Mukmin yang menyusul amalnya setelah dia meninggal dunia adalah ilmu yang dia ajarkan dan sebarkan, anak-anak saleh yang dia tinggalkan, atau mushaf (Al-Quran) yang dia wariskan, atau masjid yang dia bangun, atau rumah yang dia bangun untuk para ibnu sabil, atau selokan yang dia alirkan untuk kepentingan umum, atau sedekah yang dia keluarkan dari hartanya pada waktu sehat dalam hidupnya, akan menyusul amalnya sesudah matinya“. [HR. Ibnu Majah]

Banyak hal yang dapat kita sedekahkan, seperti : mewariskan mushaf Al-Quran, membangun masjid, membangun rumah yatim piatu/tempat singgah untuk ibnu sabil, membangun fasilitas umum yang diperlukan, dan sedekah berupa harta yang dikeluarkan pada waktu sehat.

Rasulullah SAW diriwayatkan  masih mampu memperlihat dan menceritakan kepada keluarga dan sahabat secara langsung akan kesukaran menghadapi sakaratul maut dari awal hingga akhir hayat Baginda. Imam Ghazali ra diriwayatkan juga memperolehi tanda-tanda ini sehingga beliau mampu mempersiapkan dirinya untuk menghadapi sakaratulmaut secara sendirian. Beliau menyediakan dirinya dengan segala persiapan termasuk mandinya, wuduk serta kafannya, hanya ketika sampai bahagian tubuh dan kepala saja beliau telah memanggil abangnya yaitu Imam Ahmad Ibnu Hambal untuk menyambung tugas tersebut. Beliau wafat ketika Imam Ahmad bersedia untuk mengkafankan bahagian mukanya.

Adapun riwayat-riwayat ini memperlihatkan kepada kita sesungguhnya Allah SWT tidak pernah berlaku zalim kepada hambanya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan kita umat Islam supaya dapat bertobat dan selalu siap dalam perjalanan menghadap Allah SWT. Walau bagaimanapun, semua tanda-tanda ini akan berlaku kepada orang-orang Islam saja, sedangkan orang-orang kafir yaitu orang yang menyekutukan Allah, nyawa mereka ini akan dicabut tanpa peringatan sesuai dengan kekufuran mereka kepada Allah SWT.

Adapun tanda-tanda ini terdiri beberapa keadaan :

100 Hari Sebelum Hari Kematian

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka-mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya apakah mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya setelah waktu Ashar. Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki akan mengalami getaran, seakan-akan menggigil.

Contoh : daging sapi/kambing yang baru disembelih, dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka yang sadar dan berdetak di hatinya bahwa mungkin ini adalah tanda kematian maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.
40 Hari Sebelum Hari Kematian

Tanda ini juga akan terjadi sesudah waktu Ashar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arash Allah SWT. Maka Malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita antaranya adalah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu. Akan terjadi Malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

7 Hari Sebelum Hari Kematian

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba dia berselera untuk makan.

3 Hari Sebelum Hari Kematian

Pada masa ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat diketahui/dipahami maka berpuasalah kita setelah itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan turun dan ini dapat diketahui jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

1 Hari Sebelum Hari Kematian

Akan berlaku sesudah waktu Ashar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di bahagian ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Ashar keesokan harinya.

Tanda akhir

Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bahagian pusat dan akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Yang menjadi pertanyaan adalah “Sudahkah kita persiapkan bekal kita dalam menyambut kematian yang pasti akan terjadi tersebut ?”