25 March 2014

1 Jam Untuk Kehidupan


Banyak cara dalam membantu orang lain.. tanpa materi dengan keikhlasan hati, kita dapat membantu menyelamatkan nyawa seseorang.. mari donorkan darah atau trombosit kita !
Beberapa manfaat donor darah jika dilakukan secara rutin sebagai berikut :

(1) Menjaga kesehatan jantung dari terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Perlu di ketahui, zat besi yang terlalu banyak pada tubuh akan memicu terjadi oksidasi kolesterol sehingga berpotensi menyebabkan serangan jantung serta stroke. Jadi dengan melakukan donor darah akan membuat zat besi tetap stabil.

(2) Membantu menurunkan berat tubuh sekitar 7%, sebab pada saat melakukan donor darah maka tubuh melakukan pembakaran kalori sekitar 650 dengan asumsi pendonoran darah sekitar 450ml. 
Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian digunakan pada transfusi darah.

Sedangkan donor trombosit adalah proses pemindahan trombosit darah dari donor ke resipien. Trombosit dapat diperoleh dari donor fresh whole blood atau buffy coat atau dengan apheresis dari donor tunggal, dimana hanya diambil trombosit dengan atau tanpa plasma, sedangkan sel darah merah dikembalikan ke donor. Meskipun cara persiapannya berbeda, tetapi cara penyimpanan kedua produk tersebut sama.

Trombosit atau Platelet atau keping darah, bersama dengan sel darah merah dan plasma, membentuk sebagian besar darah manusia dan hewan. Secara mikroskopik, trombosit terlihat seperti sedikit oval atau runcing, dan trombosit hanya dapat dilihat secara mikroskopis, dengan ukuran rata-rata kira empat ratus seperseribu inci (1 sampai 3,5 um). Trombosit sebenarnya fragmen dari sel-sel pada sumsum tulang, yang disebut megakariosit. Dirangsang oleh hormon thrombopoietin, trombosit pecah pada megakariosit dan memasuki aliran darah, di mana mereka beredar selama sekitar 10 hari sebelum berakhir masa pendek mereka di limpa. Dalam tubuh yang sehat, thrombopoietin akan membantu untuk mempertahankan jumlah trombosit pada tingkat normal, yang sekitar 4,2-6.100.000 sel-sel kecil di 200/1000 dari satu sendok teh (1UL) darah.

Jika donor darah biasa selesai dalam 10-15 menit, donor aferesis yang gw jalani tadi berlangsung 1.5 jam. Tetapi sepanjang proses tidak sakit sama sekali, hanya saat darah dimasukkan kembali ke dalam tubuh mungkin akan terasa sedikit dingin, karena darah tersebut sudah masuk ruangan ber-AC. Di akhir proses, akan terkumpul trombosit berwarna kuning seperti air seni.

Keuntungan metode apheresis adalah jumlah donor lebih sedikit, kemungkinan kecocokan dengan pasien lebih besar (Guide Preparation Use and Publishing Europe, 2002).

Pembuatan konsentrat trombosit dengan apheresis menggunakan continuous atau discontinuous cell separators. Plateletpheresis dapat dilakukan dengan tehnik satu atau dua lengan tergantung mesin yang digunakan. Trombosit secara selektif diambil, sel darah merah dan plasma dikembalikan ke donor melalui vena yang sama atau melalui jalur vena yang lain. Trombosit yang didapat dengan cara ini mengandung sekitar 3 x 1011 trombosit tiap 300 ml plasma, kira–kira setara dengan enam unit dari donor trombosit secara manual. Karena proses terjadi dalam system tertutup, trombosit dapat disimpan selama 5 hari dalam kantong yang tepat. (Brecher ME. aaBB, Technical Manual, 2005).

Tantangan dari donor apheresis ini adalah tidak seperti donor biasa di mana darah bisa disimpan lama di kulkas, trombosit hasil aferesis hanya bertahan 5 hari. Jadi donor apheresis ini benar2 kasus per kasus, baru dilakukan jika ada yang memerlukan. Tidak bisa di-”stock”. Karenanya bagi pasien untuk menemukan donor harus mengandalkan jaringan pribadi (teman/keluarga), social media, atau database di rumah sakit.
Islam sendiri melihat donor darah ini adalah sesuatu yang bermanfaat bagi kemaslahatan. Hal ini dapat dilihat dari pendapat beberapa ulama. Salah satunya adalah Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Ibrahim Aali Syaikh rahimahullah.

Menurut Ust. Hammad Abu Mu’awiyah dalam tulisannya, Syaikh Al-Allamah tersebut memperbolehkan kegiatan donor darah. Hal ini dilihat dari tiga sudut pandang yang berbeda yakni orang yang menerima, pendonor, dan yang membuat rujukan atau dokternya. Menurutnya, orang yang menerima haruslah yang benar-benar membutuhkan, tidak membahayakan bagi si pendonor dan yang memberikan rujukan adalah seorang dokter muslim, jika tidak ada maka diperbolehkan dengan dokter selain muslim.

Dalil yang dipakai : ”Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya”. [Qs. al-Baqarah : 173]

Ayat ini merujuk pada resipien atau penerima darah adalah orang yang benar-benar dalam keadaan yang kritis. Dan kita juga dilarang untuk memperjual-belikan darah tersebut.

Sedangkan bagi si pendonor beliau mengutip salah satu hadits Rasulullah SAW yang mengandung makna : “Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan jiwa dan tidak boleh pula membahayakan orang lain”.

Bolehkah seorang muslim menerima darah dari pendonor yang bukan muslim ?

Para Ulama mengharamkan darah karena darah adalah benda najis, namun darah yang dianggap najis adalah darah yang keluar dari dalam tubuh. Jika darah yang ada dalam tubuh adalah najis, berarti semua manusia dalam keadaan najis. Sementara Allah SWT sendiri menciptakan semua manusia dalam keadaan suci, sehingga darah yang ada dalam tubuh bukanlah najis.

Oleh karena itu walau ia adalah orang kafir, maka darah yang didonorkannya bukanlah sebuah najis. Dan ulama sepakat bahwa kenajisan orang kafir yang ditulis dalam Al-Qur’an bukanlah najis dalam makna hakiki melainkan secara majasi.

Donor darah dalam hukum Islam merupakan sesuatu yang diperbolehkan, karena di dalamnya banyak sekali manfaat. Bahkan jika kita mau berfikir panjang donor darah merupakan salah satu amalan yang dapat kita jaga untuk membina hubungan dengan sesama manusia sekaligus hubungan dengan Allah Sang Pencipta. Menjaga hubungan sesama manusia karena donor darah dapat menumbuhkan rasa kasih sayang dan saling membutuhkan antar manusia. Sedangkan menjaga hubungan dengan Allah karena amalan tersebut bisa bernilai ibadah jika kita niatkan hanya karena Allah. Yang perlu di garis bawahi adalah darah itu adalah ciptaan Allah, maka kita dilarang untuk memperjualbelikannya.

Banyak pasien kurang mampu yang kesulitan mencari donor dan mereka mungkin tidak punya akses ke social media. Jadi donor masih sangat dibutuhkan.

Mari berbuat kebajikan!

16 March 2014

Ber-ikhtiar Dalam Pemilu 2014


Bermacam cara dilakukan oleh masing-masing Partai Politik (Parpol) dalam memperoleh simpati rakyat dalam Pemilu tahun 2014 ini. 90% Caleg wajah lama masih menghiasi pesta demokrasi seakan menganggap mereka masih sangat layak menduduki kursi kekuasaan tersebut. Citra DPR yang manipulatif, koruptif, dan suka membolos diprediksi tidak akan jauh berubah karena 90 persen calon legislatif pada Pileg 2014 ini adalah wajah-wajah lama. Ini menjadi salah satu faktor menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga DPR RI dan partai politik (parpol). 

Berbagai tanggapan pesimis bermunculan melihat kinerja mereka selama ini yang tidak mencerminkan ‘wakil rakyat’ dalam Pemerintahan. DPR periode 2009-2014 sangat minim prestasi, mereka lebih banyak melakukan hal-hal kontroversial daripada menunaikan amanah rakyat dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran dan kontrolnya. 

Yuuk... mari kita lihat berapa sich gaji seorang DPR ? Seorang anggota DPR yang duduk di kursi legislatif, setiap bulannya mendapatkan :

- Gaji pokok : Rp. 15.510.000
- Tunjangan Listrik : Rp. 5.496.000
- Tunjangan Aspirasi : Rp. 7.200.000
- Tunjangan Kehormatan : Rp. 3.150.000
- Tunjangan Komunikasi : Rp. 12.000.000
- Tunjangan Pengawasan : Rp. 2.100.000

  Gaji setiap bulan Rp. 46.100.000
  1 tahun : 12 x Rp. 45.456.000 : Rp. 545.472.000
 
Gaji tersebut belum termasuk :
- Gaji ke-13 : Rp. 16.400.000
- Dana reses / aspirasi dapil : Rp. 31.500.000 (1x sidang)
- Dana intensif pembahasan RUU & honor uji kelayakan/kepatutan : Rp. 5.000.000 (setiap 
  kegiatan)
- Dana kebijakan intensif legislatif : Rp. 1.000.000 (setiap RUU)

Gaji yang sedemikian besar dengan bermacam fasilitas, ternyata tidak sebanding dengan kinerja anggota DPR. Banyak diantara para anggota dewan tertangkap kamera sedang asyik bermain video game atau tertidur pulas saat menghadiri rapat paripurna di DPR. Belum lagi dengan sering mangkir dan bolos dalam rapat-rapat di DPR. Bahkan saat ini tidak sedikit mereka terlibat kasus korupsi dan harus mendekam di penjara karena terbukti korupsi atau menerima suap.  
 
Beberapa media terkemuka melansir sikap sebagian besar Caleg (wajah lama) yang masih belum rela untuk meninggalkan ‘ruangan sejuknya’ tersebut atau masih menariknya penghasilan di DPR ? Ini pendapat mereka... 
 
"Sikap Parpol sudah tidak ideoligis lagi. Saat ini, parpol jauh lebih pragmatis serta sangat transaksional apabila dibandingkan pada tahun 1950-an yang lalu. Ini menjadi sebab kepercayaan rakyat makin merosot," tutur Ketua Komite Konvensi Rakyat, Salahuddin Wahid (Gus Solah), Rabu (12/3) di Jakarta.
 
Gus Solah juga menyayangkan sikap para politikus, yang memiliki anggapan bahwa menjadi anggota dewan adalah jalan untuk mencari uang, bukan sebagai pengabdian kepada rakyat. Adik kandung Gus Dur ini juga menilai, reformasi teah gagal memperbaiki kehidupan bangsa yang terpuruk pasca krisis ekonomi 1997/1998.  
 
Banyaknya anggota DPR dan menteri yang saat ini kembali maju sebagai bakal calon legislatif hanyalah berdasarkan nafsu belaka. Para caleg ini pun diminta untuk bersiap-siap untuk tidak dipilih karena masih tingginya respon negatif yang ditujukan kepada mereka.  
 
Hal itu diungkapkan pakar komunikasi politik Universitas Indonesia, Effendi Ghazali. Dirinya pun memiliki julukan sendiri bagi bakal caleg petahana tersebut. "Kalau orang menyebut muka lama, saya sebut muka pengen. Karena mereka sudah lama di situ, secara persepsi mereka negatif, tetapi mereka masih pengen. Artinya mereka enggak menyadari," kata Effendi di Jakarta.  
 
Caleg busuk adalah sebutan bagi para anggota legislatif yang terindikasi korupsi atau mereka yang pernah melakukan tindakan tak terpuji sebagai wakil rakyat. “Atas dasar itu, kami khawatir mereka akan tetap mengulang kejahatan-kejahatan terorganisasi, seperti korupsi dan melemahkan pemberantasan korupsi. Karena itu, dalam Rekernas YLBHI dan LBH (Lembaga Bantuan Hukum), kita akan mengkampanyekan calon-calon yang masuk daftar hitam untuk tidak dipilih,” jelas Bahrain, Direktur Advokasi YLBHI.
 
Kritik terhadap caleg incumbent juga datang dari Lucius Karus, peneliti senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi). Masih adanya wajah lama di DPR, menurutnya, menunjukkan parpol tidak merespon aspirasi rakyat yang mengeluhkan kinerja dewan. “Wajah parlemen setelah pemilu tidak akan lebih baik. Regenerasi di parpol berjalan tidak maksimal. Kinerja DPR tidak banyak perubahan setelah Pemilu 2014,” kritiknya.  
 
Memang sangat menyedihkan jika ternyata daftar caleg didominasi wajah-wajah lama. Apalagi jika ternyata, mereka sempat terindikasi melakukan praktik tak terpuji. Hanya masalahnya, menjadi seorang caleg membutuhkan dana besar. Maka peluang menjadi caleg, menjadi lebih terbuka bagi mereka yang telah merasakan “empuk”nya kursi wakil rakyat.  
 
KPU sudah menetapkan sebanyak 6.607 caleg dalam Daftar Calon Tetap (DCT) DPR. Angka itu diperoleh setelah perbaikan Daftar Calon Sementara (DCS) di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Mereka akan memperebutkan 560 kusi di 77 Daerah Pemilihan (Dapil).   
 
Partai Demokrat, Golkar, PDI Perjuangan, hampir pasti mencalonkan kembali 90 persen anggota DPR muka lama. Begitu pula Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang hampir 95 persen. Sedangkan Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), justru mencalonkan anggota legislatif mereka periode 2009-2014.  
 
Fakta ini memang mengkhawatirkan. Sebagai calon pemilih, sebaiknya kita berhati-hati. Walaupun tidak ada jaminan memilih muka baru bakal lebih menjamin “kebersihan” di banding muka lama, tetap ada baiknya kita mencermati terlebih dulu track record caleg yang bakal kita pilih.  
 
Pemilu bukan hanya hajatan 5 menit, karena disitulah momentum yang sangat menentukan apakah negeri ini masih memiliki elite politik dan pemimpin yang memiliki rasa malu atau tidak. Semoga waktu tersisa ini dapat kita jadikan momentum dalam menghitung, mengevaluasi dan menentukan pilihan politik kita secara sadar dan bertanggung jawab, karena Pemilu 2014 ini merupakan momentum bangsa Indonesia sebagai bangsa besar dalam pentas politik global.

Mari ber-ikhtiar !